Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua :
"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua :
"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu :"Contohnya? "
Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu :
"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."
Thursday, 16 December 2010
IBUKU PEMBIMBINGKU - Puisi
Rahim Ibuku tempat Latihanku pertama
Ibu, engkaulah pembimbingku…
Ketika aku dibentuk oleh Tuhanku,
Ibuku memberi rahimnya untuk aku belajar Dan bertumbuh.
Dalam kehangatan rahimmu aku bergerak Dan berekspresi.
Ketika aku lapar, nadi-nadi mu memberikan makanan yang sehat.
Ketika aku membuang kotoran, engkaupun menerima
Melalui Serat-serat nadimu.
Engkau mengajarkan tentang berbagai rasa kepadaku.
Engkau mengajarkan tentang berbagai emosi kepadaku.
Ketika aku dengan riang bergerak kesana kemari.
Ketika aku menendang-nendang perutmu,
Bukannya marah yang kau berikan tetapi
Senyuman Dan elusan atas diriku yang kuterima
Ketika aku beristirahat, engkau sering memeriksa diriku.
Nyenyakkah tidur anakku, tenangkah aku didalam rahimmu.
Didikan Ibuku yang pertama
Ibu, engkau mendidikku dengan kesabaranmu.
Dalam kesakitan Dan erangmu engkau melatihku.
Ketika aku hendak menghirup udara didunia luar yang keras,
Engkau membantuku mempersiapkan diriku dengan kesakitanmu.
Kau bentuk otak dikepalaku agar aku mempunyai semangat
Berfikir Dan berjuang, dengan jepitan sayangmu.
Kau pijat mataku agar aku dapat melihat segala sesuatu
Dengan jernih Dan objektif.
Kau elus telingaku Dan juga hidungku agar telingaku
Lebih cepat mendengar,
Dan hidungku tahu membedakan aroma Dan rasa.
Kau tekan bibirku agar ketika dia terbuka mengeluarkan
Suara,hanya suara-suara yang ceria Dan yang
Membangunkan Dan menghibur mereka yang mendengarnya.
Oa oa, Ada yang bilang Oe oe adalah suaraku yang pertama.
Aku menangis gembira karena aku Lulus pada tahap pertama.
Semua yang menonton Dan turut membantuku tersenyum,
Aku dengar kata mereka kaupun tersenyum.
Dengan cepat engkau memijat-mijat badanku Dan tanganku.
Agar badan Dan kedua tanganku menjadi kuat Dan kelak
Dapat Bekerja dengan tangkas.
Terakhir, kedua kakiku yang mungilpun tak lepas dari pijatanmu,
Dengan DOA agar kelak dia membawaku ketempat-tempat
Yang kudus Dan benar.
Terimakasih bundaku.
Ibu, engkaulah pembimbingku…
Ketika aku dibentuk oleh Tuhanku,
Ibuku memberi rahimnya untuk aku belajar Dan bertumbuh.
Dalam kehangatan rahimmu aku bergerak Dan berekspresi.
Ketika aku lapar, nadi-nadi mu memberikan makanan yang sehat.
Ketika aku membuang kotoran, engkaupun menerima
Melalui Serat-serat nadimu.
Engkau mengajarkan tentang berbagai rasa kepadaku.
Engkau mengajarkan tentang berbagai emosi kepadaku.
Ketika aku dengan riang bergerak kesana kemari.
Ketika aku menendang-nendang perutmu,
Bukannya marah yang kau berikan tetapi
Senyuman Dan elusan atas diriku yang kuterima
Ketika aku beristirahat, engkau sering memeriksa diriku.
Nyenyakkah tidur anakku, tenangkah aku didalam rahimmu.
Didikan Ibuku yang pertama
Ibu, engkau mendidikku dengan kesabaranmu.
Dalam kesakitan Dan erangmu engkau melatihku.
Ketika aku hendak menghirup udara didunia luar yang keras,
Engkau membantuku mempersiapkan diriku dengan kesakitanmu.
Kau bentuk otak dikepalaku agar aku mempunyai semangat
Berfikir Dan berjuang, dengan jepitan sayangmu.
Kau pijat mataku agar aku dapat melihat segala sesuatu
Dengan jernih Dan objektif.
Kau elus telingaku Dan juga hidungku agar telingaku
Lebih cepat mendengar,
Dan hidungku tahu membedakan aroma Dan rasa.
Kau tekan bibirku agar ketika dia terbuka mengeluarkan
Suara,hanya suara-suara yang ceria Dan yang
Membangunkan Dan menghibur mereka yang mendengarnya.
Oa oa, Ada yang bilang Oe oe adalah suaraku yang pertama.
Aku menangis gembira karena aku Lulus pada tahap pertama.
Semua yang menonton Dan turut membantuku tersenyum,
Aku dengar kata mereka kaupun tersenyum.
Dengan cepat engkau memijat-mijat badanku Dan tanganku.
Agar badan Dan kedua tanganku menjadi kuat Dan kelak
Dapat Bekerja dengan tangkas.
Terakhir, kedua kakiku yang mungilpun tak lepas dari pijatanmu,
Dengan DOA agar kelak dia membawaku ketempat-tempat
Yang kudus Dan benar.
Terimakasih bundaku.
Puisi Tanpa Judul
Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah keagungan Ilahi
Yang telah menciptakan langit dan bumi
Jangan percaya dengan kata-kata pujangga
Tapi percayalah dengan kalam Allah yang nyata
Jangan pernah merasa senang
dengan selalu mengingat kekasih duniamu
Tapi ingatlah dan sebutlah nama Allah
Hingga hatimu terasa tenang
Jangan pernah sedih jika cintamu di dustakan
Tetapi segeralah engkau bersedih
jika pernah mendustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah cinta kepada Allah
yg memiliki cinta sejati
Cintailah Allah dengan sepenuh hati
Agar engkau juga bisa mendapatkan CintaNya
Ya Allah yang Maha Penyayang
Aku mohon kepadaMu
Jangan jadikan hati ini membeku seperti batu
Hingga lupa akan rahmatMu
Tapi pujilah keagungan Ilahi
Yang telah menciptakan langit dan bumi
Jangan percaya dengan kata-kata pujangga
Tapi percayalah dengan kalam Allah yang nyata
Jangan pernah merasa senang
dengan selalu mengingat kekasih duniamu
Tapi ingatlah dan sebutlah nama Allah
Hingga hatimu terasa tenang
Jangan pernah sedih jika cintamu di dustakan
Tetapi segeralah engkau bersedih
jika pernah mendustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah cinta kepada Allah
yg memiliki cinta sejati
Cintailah Allah dengan sepenuh hati
Agar engkau juga bisa mendapatkan CintaNya
Ya Allah yang Maha Penyayang
Aku mohon kepadaMu
Jangan jadikan hati ini membeku seperti batu
Hingga lupa akan rahmatMu
Miliki Sikap Mental Yang Positif
Dikisahkan, ada dua orang karyawan dipanggil untuk menghadap Direktur Utamanya. Mereka berdua sama-sama mendapat teguran keras karena kesalahan besar yang telah mereka lakukan pada perusahaan tempat dimana mereka bekerja.
Karyawan pertama menanggapi teguran boasnya itu dengan sikap mental negatif. Ia tertunduk lesu. Yang terpikir dalam benaknya hanyalah kesialan dan menyalahkan dirinya sendiri,
”Celaka nian nasibku. Habislah sudah karirku”.begitu pikirnya dalam hati,
Teguran itu menjadi beban baginya, sehingga dia menjadi apatis, mudah menyerah dan gampang putus asa, semangat kerjanya seolah hilang, selepas teguran itu dia menjadi kurang bersemangat sehingga semua pekerjaan yang dilakukannya menjadi berantakan dan tak memenuhi harapan bosnya, prestasinya kian menurun, dan akhirnya karirnya benar-benar terhenti disana.
Sungguh tragis memang.
Sedangkan karyawan kedua menanggapi teguran dari bosnya itu dengan sikap mental yang positif. Teguran itu tak membuat dirinya patah arang. Yang terpikir dalam benaknya adalah,
”Saya harus mengatasi segala kegagalan ini, dan membuktikan bahwa saya mampu untuk bekerja dengan lebih baik lagi.”
Teguran itu dijadikannya oleh karyawan yang kedua ini sebagai cambuk untuk meningkatkan prestasinya. Berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dia menjadi lebih tekun, dan bekerja lebih teliti lagi. Prestasinya pun meningkat terus, sampai akhirnya dia mencapai sukses dan menduduki jabatan yang strategis.
Cerita tentang dua karyawan di atas, adalah sebuah gambaran sikap mental yang kita miliki dalam menghadapi setiap kejadian yang datang. Baik kejadian yang menggembirakan maupun kejadian yang menyakitkan. Saat seseorang mengalami kegagalan atau kehancuran, hanya orang yang memiliki sikap mental positif-lah yang akan mampu untuk bertahan, menjadi lebih baik, dan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan, yaitu kesuksesan, sesuatu yang diinginkan oleh setiap orang.
Bukankah kita tahu bahwa tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk mencapai sukses yang sejati. Sukses yang sejati hanya dapat dicapai setelah kita melalui berbagai rintangan, kesulitan, bahkan kegagalan-kegagalan yang terus berulang-ulang, tentunya kesemuanya itu harus kita hadapi dengan sikap mental yang positif.
Saat menghadapi kesulitan, tak perlu kita harus mengeluh, hadapi dengan sikap mental yang kuat dan pantang menyerah, Begitu juga ketika kita menghadapi kegagalan, tak perlu kita menghabiskan waktu untuk menyesali kesalahan yang pernah kita lakukan. Mari bangkit dan hadapi dengan sikap mental optimisme yang tinggi.
Teguran ataupun hinaan dari siapapun, entah datangnya dari atasan kita atau teman sejawat kita, tak semestinya kita untuk selalu membuang-buang waktu hanya untuk marah atau sakit hati. Jadikanlah teguran atau hinaan itu sebagai motivator untuk membuktikan bahwa kita mampu bekerja dengan lebih baik lagi dari sebelumnya, bahkan menjadi yang terbaik diantara yang yang terbaik lain.
Karyawan pertama menanggapi teguran boasnya itu dengan sikap mental negatif. Ia tertunduk lesu. Yang terpikir dalam benaknya hanyalah kesialan dan menyalahkan dirinya sendiri,
”Celaka nian nasibku. Habislah sudah karirku”.begitu pikirnya dalam hati,
Teguran itu menjadi beban baginya, sehingga dia menjadi apatis, mudah menyerah dan gampang putus asa, semangat kerjanya seolah hilang, selepas teguran itu dia menjadi kurang bersemangat sehingga semua pekerjaan yang dilakukannya menjadi berantakan dan tak memenuhi harapan bosnya, prestasinya kian menurun, dan akhirnya karirnya benar-benar terhenti disana.
Sungguh tragis memang.
Sedangkan karyawan kedua menanggapi teguran dari bosnya itu dengan sikap mental yang positif. Teguran itu tak membuat dirinya patah arang. Yang terpikir dalam benaknya adalah,
”Saya harus mengatasi segala kegagalan ini, dan membuktikan bahwa saya mampu untuk bekerja dengan lebih baik lagi.”
Teguran itu dijadikannya oleh karyawan yang kedua ini sebagai cambuk untuk meningkatkan prestasinya. Berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dia menjadi lebih tekun, dan bekerja lebih teliti lagi. Prestasinya pun meningkat terus, sampai akhirnya dia mencapai sukses dan menduduki jabatan yang strategis.
Cerita tentang dua karyawan di atas, adalah sebuah gambaran sikap mental yang kita miliki dalam menghadapi setiap kejadian yang datang. Baik kejadian yang menggembirakan maupun kejadian yang menyakitkan. Saat seseorang mengalami kegagalan atau kehancuran, hanya orang yang memiliki sikap mental positif-lah yang akan mampu untuk bertahan, menjadi lebih baik, dan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan, yaitu kesuksesan, sesuatu yang diinginkan oleh setiap orang.
Bukankah kita tahu bahwa tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk mencapai sukses yang sejati. Sukses yang sejati hanya dapat dicapai setelah kita melalui berbagai rintangan, kesulitan, bahkan kegagalan-kegagalan yang terus berulang-ulang, tentunya kesemuanya itu harus kita hadapi dengan sikap mental yang positif.
Saat menghadapi kesulitan, tak perlu kita harus mengeluh, hadapi dengan sikap mental yang kuat dan pantang menyerah, Begitu juga ketika kita menghadapi kegagalan, tak perlu kita menghabiskan waktu untuk menyesali kesalahan yang pernah kita lakukan. Mari bangkit dan hadapi dengan sikap mental optimisme yang tinggi.
Teguran ataupun hinaan dari siapapun, entah datangnya dari atasan kita atau teman sejawat kita, tak semestinya kita untuk selalu membuang-buang waktu hanya untuk marah atau sakit hati. Jadikanlah teguran atau hinaan itu sebagai motivator untuk membuktikan bahwa kita mampu bekerja dengan lebih baik lagi dari sebelumnya, bahkan menjadi yang terbaik diantara yang yang terbaik lain.
Saturday, 13 November 2010
ARTI SAHABAT
ini berawal saat seorang anak SMU yang bernama Rafi sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Rafi segera menolongnya. Rafi membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Rafi juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Rafi memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.
Di dalam rumah, Rafi ngobrol dengan dengan anak SMU itu yang akhirnya diketahui bernama Ridwan. Lama sekali Rafi ngobrol dengan Ridwan, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMU. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.
Saat lulus SMU, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Ridwan menemui Rafi, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.
“Hey, Rafi!” kata Ridwan, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”
“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Rafi balas bertanya.
“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Ridwan mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.”
Ridwan melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”
(Diterjemahkan dan ditulis ulang dari ‘The Gesture’, Unknown Author)
——————–
Luangkan waktu untuk tersenyum pada salah satu orang yang tidak kau kenal.. mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap.. ^^
Wednesday, 10 November 2010
God’s Cake
Kadang kita bertanya dlm hati menyalahkan Tuhan, "apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"
Here is a wonderful explanation...
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dgn telur mentah ?"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu.Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
So..keep blessing everyday.
Here is a wonderful explanation...
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dgn telur mentah ?"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu.Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
So..keep blessing everyday.
Allah Knows
Ketika Anda lelah dan putus asa dari upaya sia-sia ...Tuhan tahu seberapa keras Anda telah mencoba.
Bila Anda telah menangis begitu lama dan hatimu dalam penderitaan ...Tuhan telah menghitung air matamu.
Jika Anda merasa bahwa hidup Anda sedang ditahan dan waktu telah berlalu Anda dengan ...Tuhan sedang menunggu bersama kamu.
Ketika Anda kesepian dan teman-temanmu terlalu sibuk bahkan untuk panggilan telepon ...Tuhan sisi Anda.
Bila Anda pikir Anda sudah mencoba segalanya dan tidak tahu ke mana harus berpaling ...Allah memiliki solusi.
Ketika ada yang masuk akal dan Anda bingung atau frustasi ...Allah memiliki jawabannya.
Jika tiba-tiba pandangan Anda yang cerah dan Anda menemukan jejak-jejak harapan ...Allah telah berbisik kepada Anda.
Ketika segala sesuatu berjalan baik dan Anda memiliki banyak untuk berterima kasih atas ...Allah telah memberkati Anda.
Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi dan kamu dipenuhi dengan kagum ...Allah telah tersenyum kepadamu.
Bila Anda memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk mengikuti ...Allah telah membuka mata Anda dan memanggil Anda dengan nama.
Ingat bahwa di manapun Anda berada atau apa pun yang Anda hadapi ...TUHAN TAHU
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sikap terhadap pemimpin yang dzalim
Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc - January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...
-
Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc - January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...
