Saturday, 24 March 2012

[RALAT LINK VIDEO] Berjilbab Tapi Telanjang, Jilbab Punuk Onta, Seputar Permasalahan Jilbab.. Penting Untuk Kaum Muslimin Sebelum Terlambat.. Plus Video Penjelasannya [Ada Dua Video]..

Berjilbab Tapi Telanjang, Jilbab Punuk Onta, Seputar Permasalahan Jilbab.. Penting Untuk Kaum Muslimin Sebelum Terlambat.. Plus Video Penjelasannya [Ada Dua Video]..
Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.
(HR. Muslim dan yang lain).

Waspada Virus Valentine !!!

Valentine’s Day adalah perayaan resmi Nasrani dan ummat Islam dilarang ikut-ikutan merayakan, ini adalah wilayah aqidah yang kita harus tegas dan tidak mencampuradukkan antara hak dan batil.
Dalam The Catholic Encyclopedia, Vol. XV sub judul; Santo Valentino, diurai tentang sejarah Valentino. Sumber ini setidaknya menampilkan kisah Valentino dalam 3 versi. Inti dari semuanya adalah bahwasanya hari Valentine adalah untuk mengenang Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 269 / 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.
Dalam The Encyclopedia Britania, Vol XII, sub judul: Chistianity, dijelaskan bahwa untuk lebih mendekatkan ke dalam agama Kristen, pada 496 M Paus Glasisus I menjadikan kisah ini menjadi perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Pendeta St. Valentine yang dieksekusi pada tangal 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Semangat Valentine adalah Semangat Berzina dan Pelecehan Kaum Perempuan
Ritus hari Valentine’s yang mengusung panji percintaan dan kasih sayang, diperingati dengan berbagai cara. Ada yang mengekspresikannya dalam bentuk memakai pakaian dan apa saja yang berwarna pink. Pengiriman kartu yang kadang-kadang disertai dengan hadiah yang sarat dengan simbol LOVE. Namun ada yang merayakan dengan menggelar pesta makan, minum yang diiringi musik dansa yang dinyanyikan secara berpasangan. Bahkan diakhiri hubungan seks alias berzina.
Jadi, hari Valentine lebih tepat disebut dengan HARI PELECEHAN KEHORMATAN!!!.
Hukum Merayakan Valentine
Allah Ta’aala berfirman:
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6).
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wasallam bersabda,
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud dll).
Para Ulama Rahimahumullah mengatakan bahwa ikut-ikutan dalam merayakan Valentine atau perayaan-perayaan non muslim lainnya hukumnya adalah haram, bahkan lebih haram dan lebih besar dosanya daripada meminum khamer atau narkoba, berzina, berjudi dan dosa-dosa besar lainnya, karena dosa ikut serta dalam perayaan non muslim mengandung unsur syirik dan kufur, yaitu ikut merestui kekufuran dan kesyirikan.
Hari Kasih Sayang Dalam Islam
Islam adalah agama kasih sayang, yaitu kasih sayang yang benar dan bukan pelecehan kehormatan. Dalam Al-Qur’an banyak disebutkan sifat Allah Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wasallam adalah manusia yang penuh dengan kasih sayang dan mengajarkan kasih sayang.
Beliau bersabda: “Orang-orang yang penyayang pasti disayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu.”…
“Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi.”
Jadi, dalam agama Islam setiap hari adalah Hari Kasih Sayang…
Alhamdulillah, aku bangga jadi orang Islam, buat apa meniru-niru yang lain….[Abdullah Shaleh Hadrami, www.hatibening.com]

Tingkatan-Tingkatan Kebohongan..

- Berbohong.
- Berbohong dan berbohong.
- Berbohong, berbohong dan berbohong.
- Berbohong, berbohong, berbohong dan mempercayai kebohongannya sendiri seakan suatu kebenaran.
- Berbohong, berbohong, berbohong, mempercayai kebohongannya sendiri seakan suatu kebenaran dan mengajak orang lain untuk mempercayainya.
- Berbohong, berbohong, berbohong, mempercayai kebohongannya sendiri seakan suatu kebenaran dan mengajak orang lain untuk mempercayainya serta menuliskannnya dalam sebuah tulisan atau menjadikannya sebuah kitab.
Itulah tingkatan-tingkatan kebohongan.
Berbohong, berkilah, bersilat lidah, beradu argumentasi, dan menipu manusia itu mudah, tapi realita tidak bisa dipungkiri dan Allah tidak bisa dibohongi!

Balasan Sama Dengan Perbuatan [Kisah Anak Durhaka, Sebuah Renungan].. Allah Maha Adil..

Seorang anak durhaka hendak membunuh ayahnya. Sang ayah diajaknya pergi ke sebuah tempat yang sepi kemudian sang anak tersebut hendak menyembelih ayahnya.
Sang ayah berkata: “Wahai puteraku, kalau kau hendak menyembelih ayah, sembelihlah aku di batu itu”. Sambil ayahnya menunjuk ke sebuah batu.
Sang anak bertanya: “Apa bedanya disini dengan di batu itu?”.
Sang ayah menjawab: “Karena ayah dahulu menyembelih ayahnya ayah [kakekmu] di batu itu”…
Subhaanallooh.. Balasan setimpal dengan perbuatan.. Dahulu ia menyembelih ayahnya, dan sekarang ia disembelih anaknya, di tempat yang sama.. Allah Maha Adil..
[Sumber kisah ini dari ceramah Fadhilatusy Syaikh DR Ali Abdul Khaliq Al-Qarni hafidhahullah yang berjudul 'Haakadzaa 'Allamatnii Al-Hayaah'. www.hatibening.com]

Cinta Karena Allah Itu Mempunyai Harga Sangat Mahal, Siapkah Kita Membayarkannya?

Oleh: Abdullah Shaleh Hadrami
Cinta karena Allah itu mempunyai harga sangat mahal yang harus dibayar, dan sedikit sekali yang mau membayarnya.
Apa harga mahal yang harus dibayar itu?
Harga mahal yang harus dibayarkan oleh siapa saja yang mengaku cinta karena Allah, yaitu; SALING MENASEHATI, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat 103 Al-’Ashr.
Seseorang yang mengaku cinta kepada temannya karena Allah maka harus terus menerus mengawasi temannya tersebut untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Hal ini jarang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku saling cinta karena Allah, dengan alasan khawatir temannya tersinggung, atau khawatir temannya marah, atau khawatir temannya meninggalkannya, dan berbagai macam alasan lainnya..
Jadi, harga mahal yang harus dibayarkan oleh orang-orang yang saling mencintai karena Allah adalah saling menasehati dengan melakukan amar makruf nahi munkar, yaitu saling mengingatkan dan memotivasi untuk menjadi lebih baik, lebih taat kepada Allah, lebih istiqomah dalam Islam dan Sunnah.
Karena itu apabila ada dua orang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bertemu, keduanya tidak berpisah melainkan salah seorang dari keduanya membacakan kepada yang lain surat Al-‘Ashr sampai selesai, kemudian salah seorang dari keduanya memberikan salam kepada yang lain dan berpisah.
Ath-Thabrani Rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubaidullah bin Hisn Abu Madinah, ia berkata: “Bahwasanya apabila ada dua orang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bertemu, keduanya tidak berpisah melainkan salah seorang dari keduanya membacakan kepada yang lain surat Al-‘Ashr sampai selesai, kemudian salah seorang dari keduanya memberikan salam kepada yang lain.”
Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah berkata: “Kalau sekiranya manusia mentadabburi (merenungkan dan menghayati) surat ini (Al-‘Ashr), pastilah cukup bagi mereka.”
[Tafsir Ibnu Katsir: 4/657, Tafsir Al-Qasimiy: 9/538 dan Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, Isyraf: As-Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarak Fuuriy, hal 1529].
بسم الله الرحمن الرحيم
{ وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) }
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
{1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.}

Pelajaran Dari Steve Jobs, Pendiri Apple Inc..

Oleh: Abdullah Shaleh Hadrami.
Ketika mendengar berita kematian Steve Jobs (06/10/11) saya cukup kaget dan tercengang karena ia meninggal dunia ketika berada di puncak ‘dunia’ dalam usia yang belum terlalu tua, sekitar 56 tahun.
Kenapa harus kaget dan tercengang? Apa hubungannya dengan saya?
Penyebabnya adalah karena cukup lama saya ikut merasakan sentuhannya melalui produknya iPhone Apple.
Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat hadiah dari seorang sahabat [tidak mau disebut namanya, jazahullah khoir] sebuah iPhone Apple, yang mana pada saat itu di Indonesia masih belum dipasarkan sehingga saya mengawalinya, alhamdulillah.
Dengan adanya iPhone Apple tersebut saya mendapat banyak kemudahan dalam aktifitas belajar mengajar karena fasilitas yang tersedia di dalamnya cukup banyak dan canggih.
Sebelumnya, kemana-mana saya selalu membawa kitab-kitab yang cukup tebal sebagai rujukan dan bahan untuk mengajar, tapi semenjak hadirnya iPhone Apple tidak lagi, karena semuanya telah tersimpan didalamnya dengan memuaskan, mudah diakses dan hanya dalam genggaman tangan, subhanallah!
Bagi siapa saja yang mengenal iPhone Apple pasti mengakui kehebatan dan kecanggihannya. Siapapun orangnya dan apapun profesinya pasti memujinya karena manfaatnya.
Apalagi, beberapa bulan yang lalu, saya mendapat hadiah lagi dari sahabat tersebut [jazahullah khoir] iPhone 4 Apple yang tentu kecanggihannya melebihi yang sebelumnya, alhamdulillah.
Bagi saya sendiri, manfaat iPhone tersebut sangat banyak, diantaranya;
1. Menyimpan kitab-kitab dalam bentuk PDF yang cukup banyak dan lengkap sehingga amat sangat membantu untuk rujukan dan bahan mengajar.
2. Membaca Al-Qur’an dan mendengarkan murottal serta ceramah-ceramah.
3. Fasilitas pencarian atau searching data yang tersimpan sangat memadai.
4. Fasilitas ‘Notes’ yang cukup penting dan sangat membantu sebagai pengganti alat tulis.
5. Menyimpan banyak data yang dengan mudah dibawa kemana-mana. Dan manfaat-manfaat lain seperti untuk telpon, internet, berbagai macam aplikasi bermanfaat, dll..
Bahkan tulisan inipun, saya menulisnya di ‘Notes’ iPhone 4 Apple ketika di kendaraan perjalanan Malang-Surabaya untuk khotbah Jum’at di masjid Al-Irsyad Surabaya (07/10/11). Tema khotbah Jum’atnya adalah ‘Keajaiban Berdzikir Kepada Allah’, tanpa membawa selembar kertaspun karena semua bahan dan materi telah tersimpan di iPhone 4 Apple. Ketika khotbah cukup menyentuh layarnya saja, tanpa perlu membawa kitab-kitab besar atau membolak-balik kertas.
Ini sekelumit manfaat yg saya rasakan dari sentuhan Steve Jobs berupa iPhone. Bagaimana pula dengan orang lain yang jumlahnya milyaran dan produk-produknya yang lain?!
Betapa besar jasa-jasamu wahai Steve Jobs..
Berapa banyak yang telah merasakan sentuhanmu..
Karya-karyamu memenuhi dunia..
Manfaatmu dirasakan oleh semuanya..
Duhai, Steve Jobs.. Andaikan engkau beriman kepada Allah Ta’ala dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam.. Duhai, alangkah bahagianya dirimu di alam sana..
Sungguh sayang seribu sayang, semuanya adalah sia-sia untukmu disana, fatamorgana, dan hanya penyesalan karena tidak beriman.. Kejayaan yang semu di dunia yang fana..
Sungguh ini adalah pelajaran kehidupan yang penuh hikmah.
Kematian adalah kepastian dan manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, demikian sabda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, juga bahwasanya amalan orang-orang kafir sebanyak dan sebesar apapun adalah sia-sia di akhirat nanti, fatamorgana dan hanya menjadi penyesalan, karena syarat dikabulkannya sebuah amalan adalah; mentauhidkan Allah Ta’ala dan mengikuti Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, yang keduanya tidak dimiliki oleh orang kafir.
Kita harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia dengan mentauhidkan Allah Ta’ala dan mengikuti Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, agar supaya kita mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia sampai di akhirat nanti, amiin.
Sekedar informasi, ternyata ayah Steve Jobs adalah seorang Arab muslim dari Syria bernama Abdul Fattah Jandali yang saat itu adalah mahasiswa di Amerika.
Semoga sahabatku yang telah memberiku hadiah iPhone selalu dalam lindungan Allah Ta’ala, mendapat rizki yang halal dan barokah, kehidupannya bahagia, dan semoga kita dipertemukan oleh Allah di dunia ini sampai di JannahNya nanti, amiin ya Mujibas sa’ilin..

Istiqomah.. Oh Istiqomah.. Ayat Perintah Istiqomah Menjadikan Rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Beruban..

Oleh: Abdullah Shaleh Hadrami
955 – ( صحيح )
[ شيبتني { هود } و { الواقعة } و { المرسلات } و { عم يتساءلون } و { إذا الشمس كورت } ] . ( صحيح ) . وورد مختصرا بلفظ : شيبتني { هود } وأخواتها . وسنده جيد
الكتاب : السلسلة الصحيحة
المؤلف : محمد ناصر الدين الألباني
الناشر : مكتبة المعارف – الرياض
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa yang membuat rambut Beliau beruban adalah surat Huud dan saudara-saudaranya, yaitu surat Al-Waaqi’ah, Al-Mursalaat, An-Naba’ dan At-Takwir. [As-Silsilah Ash-Shahihah, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah].
Al-Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi [wafat 516 H] dalam tafsirnya Ma’alimut Ta’wil, yang ditahqiq [dikoreksi] dan ditakhrij [dijelaskan hadisnya] oleh tiga ulama’, yaitu Muhammad Abdullah An-Namir, Utsman Jum’ah Dhumairiyyah dan Salim muslim Al-Harsy membawakan riwayat dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
قال ابن عباس رضي الله عنهما: ما نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم آية هي أشدّ عليه من هذه الآية، ولذلك قال: “شيبتني هود وأخواتها”.
Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Tiadalah turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ayat yang lebih berat atas Beliau daripada ayat ini [surat Huud ayat 112], karena itulah Beliau bersabda: “Telah membuatku beruban surat Huud dan saudara-saudaranya”.
Inilah ayat yang membuat rambut Beliau beruban:
{ فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ }
“Hendaklah kamu istiqomah sebagaimana diperintahkan kepadamu”.
قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: الاستقامة أن تستقيم على الأمر والنهي.
Sahabat Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Istiqomah itu hendaklah kamu istiqomah dalam perintah dan larangan”.
Maksudnya, istiqomah mengerjakan perintah Allah dan istiqomah meninggalkan laranganNya.
عن سفيان بن عبد الله الثقفي قال: قلت، يا رسول الله قل لي في الإسلام قولا لا أسأل عنه أحدا بعدك، قال: “قل آمنت بالله ثم استقم”.
أخرجه مسلم في الإيمان، باب جامع أوصاف الإسلام، برقم (38).
Sahabat Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu berkata; Aku bertanya, wahai Rasulullah, katakan kepadaku tentang Islam yang aku tidak perlu bertanya lagi kepada orang lain setelah itu.
Beliau bersabda: “Katakanlah, ‘aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqomahlah.”
(HR. Muslim).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu mint.
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS 41 Fushshilat: 30-31)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”.
(QS 46 Al-Ahqaaf: 13-14)
Istoqmah adalah yang terberat.. Istiqomah mengerjakan perintah Allah, istiqomah meninggalkan larangan Allah, istiqomah dalam berdakwah, istiqomah dalam bertauhid, istiqomah dalam sunnah, istiqomah dalam kejujuran, istiqomah dalam taubat, istiqomah dalam sabar, istiqomah dalam ikhlas… Istiqomah… Istiqomah.. Istiqomah… Dst…
Istiqomah berarti lurus sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa bengkok sedikitpun..
Istiqomah.. Oohh istiqomah..
Ya Allah Jadikanlah kami semua istiqomah dalam Islam dan Sunnah sampai akhir hayat kami, sampai berjumpa denganMu di JannahMu bersama RasulMu, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat RidhaMu, amiin yaa Mujiibas Saa’iliin..
Sebagian ulama yang lain berpendapat yang membuat rambut Beliau beruban adalah kisah-kisah kedahsyatan yang terjadi hari kiamat nanti, dll. Semoga Bermanfaat.

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...