Sunday, 19 July 2015

Bersabarlah dengan kawanmu...

Terkadang ia ingin dihargai
Terkadang ia ingin disanjung
Terkadang ia ingin dipahami
Terkadang ia ingin didahulukan
Terkadang ia ingin dituakan
Terkadang ia ingin paling didengar
Terkadang ia ingin dianggap paling kuat
memang resiko berkawan lebih berat dibanding tidak berkawan.
maka solusi terbaik adalah bersabar dengan kelakuan kawanmu...
DAN SEMOGA KAMU KUAT...
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan JANGANLAH ENGKAU MEMBIARKAN KEDENGKIAN DALAM HATI KAMI TERHADAP ORANG-ORANG (SAUDARA) BERIMAN, Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". QS. Al Hasyr: 10.
الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهِمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِي لا يُخَالِطُ النَّاسَ ، وَلا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهِمْ " .
Artinya: "Mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas kelakuan buruk mereka lebih besar pahala dari seorang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka." HR. Ibnu Majah.
اذا كنت في كل الأمور معاتباً***صديقك لم تلقَ الذي لا تعاتبه
فعش واحدا أو صل أخاك، فأنه***مقارف ذنبٍ مرة ومجانبه
Artinya:
"Jika kamu disetiap perkara mencela***kawanmu nicaya kamu tidak akan menemui yang tidak kamu cela"
"Maka hiduplah sendirian atau sambunglah hubungan dengan kawanmu, karena ia***melakukan kesalahan terkadang dan menjauhi terkadang."

Ditulis oleh :
Ust. Ahmad Zainudin

������������������

Thursday, 16 July 2015

hukum ucapan selamat hari raya. ied

Dari web : www.firanda.com

Pertanyaan

: Ustadz apa hukum mengucapkan "Minal 'Aaidin wal Faaizin" tatkala hari raya?

Jawaban : Tahni'ah (ucapan selamat) untuk hari raya idul fitri asalnya merupakan perkara adat istiadat, maka boleh berekspresi dan berinovasi dalam menghaturkan ucapan tersebut selama tidak mengandung makna yang buruk. Dan lebih disukai jika dengan menggunakan lafal-lafal yang mengandung do'a.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya :

ما حكم التهنئة بالعيد ؟ وهل لها صيغة معينة ؟

"Apakah hukum mengucapkan selamat hari raya?, apakah ada lafal khusus?"

Beliau menjawab :

التهنئة بالعيد جائزة ، وليس لها تهنئة مخصوصة ، بل ما اعتاده، الناس فهو جائز ما لم يكن إثماً

"Mengucapkan selamat hari raya adalah boleh, dan tidak ada ucapan dengan lafal tertentu, bahkan ucapan yang merupakan kebiasaan/tradisi masyarakat adalah boleh selama tidak mengandung (makna) dosa" (Majmuu' Fataawaa Syaikh Al-'Utsaimin 16/129)

Beliau juga berkata :

"التهنئة بالعيد قد وقعت من بعض الصحابة رضي الله عنهم ، وعلى فرض أنها لم تقع فإنها الآن من الأمور العادية التي اعتادها الناس ، يهنىء بعضهم بعضاً ببلوغ العيد واستكمال الصوم والقيام"

"Mengucapkan selamat hari raya dilakukan oleh sebagian sahabat radhiyallahu 'anhum. Seandainyapun tidak dilakukan oleh para sahabat maka hal itu sekarang sudah merupakan perkara tradisi masyarakat, mereka saling memberi ucapan selamat dengan tibanya hari raya dan sempurnanya puasa dan sholat malam" (Majmuu' Fataawaa Syaikh Al-'Utsaimin 16/128)

Beliau juga ditanya :

ما حكم المصافحة ، والمعانقة والتهنئة بعد صلاة العيد ؟

"Apa hukum berjabat tangan dan berpelukan dan mengucapkan selamat setelah sholat 'ied?"

Beliau menjawab :

"هذه الأشياء لا بأس بها؛ لأن الناس لا يتخذونها على سبيل التعبد والتقرب إلى الله عز وجل، وإنما يتخذونها على سبيل العادة، والإكرام والاحترام، وما دامت عادة لم يرد الشرع بالنهي عنها فإن الأصل فيها الإباحة"

"Seluruh perkara ini tidaklah mengapa, karena masyarakat melakukannya bukan sebagai ibadah dan taqorrub kepada Allah Azza wa Jalla, akan tetapi mereka melakukannya sebagai tradisi/adat, sebagai bentuk memuliakan dan penghormatan. Dan selama hal ini merupakan tradisi dan syari'at tidak melarangnya maka hukum asal dalam perkara adat/tradisi adalah boleh" (Majmuu' Fatawa Ibnu 'Utsaimin 16/209)

Kesimpulan :

Pertama : Pengucapan selamat idul fitri merupakan perkara adat dan tradisi, maka apa yang biasa diucapkan oleh masyarakat boleh untuk diucapkan selama tidak mengandung makna yang buruk atau dosa. Dan disukai jika ucapan tersebut mengandung doa yang baik, sebagaimana telah diriwayatkan dengan sanad yang hasan bahwa para sahabat jika bertemu tatkala hari raya maka mereka saling berkata : Taqobballallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima ibadah kami dan kalian)

Bahkan secara umum seorang boleh mengucapkan selamat terhadap seseorang atas kenikmatan atau anugrah yang ia dapatkan. Seperti ada seseorang yang lulus ujian, atau naik pangkat, atau menikah, dll, maka dibolehkan kita mengucapkan selamat kepadanya atas anugrah yang ia rasakan. Dalil akan hal ini adalah kisah Ka'ab bin Malik radhiallah 'anhu -sebagaimana dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim- tatkala Allah menerima taubatnya maka  para sahabat berdatangan memberi ucapan selamat kepadanya, bahkan Tolhah beridiri berlari-lari kecil menuju Ka'ab untuk memberi selamat (Lihat Shahih Al-Bukhari no 4418 dan Muslim 2769)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata tentang kisah Ka'ab tersebut :

وفيه دليل على استحباب تهنئة مَن تجدَّدت له نعمة دينية، والقيام إليه إذا أقبل، ومصافحته، فهذه سُنَّة مستحَبة، وهو جائز لمن تجددت له نِعمةٌ دنيوية

"Pada kisah ini adalah dalil disunnahkannya memberi ucapan selamat atas orang yang mendapatkan kenikmatan yang bersifat agama/ukhrawi (seperti diterimanya taubat Ka'ab oleh Allah-pen) dan berdiri menuju orang tersebut jika ia datang serta berjabat tangan dengannya. Ini merupakan sunnah yang dianjurkan.

Dan hal ini (ucapan selamat dan berjabat tangan-pen) boleh dilakukan terhadap orang yang mendapatkan nikmat duniawi" (Zaadul Ma'aad 3/585)

 

Kedua  : Boleh mengucapkan lafal-lafal ucapan yang merupakan kebiasan masyarakat setempat selama tidak mengandung makna yang buruk atau dosa. Diantara lafal-lafal ucapan selamat tersebut :

-  Selamat Hari Lebaran/Idul Fitri tahun 2014 atau 1435 H

- Minal 'Aaidiin wal Faaiziin, yang artinya ; "Selamat berhari 'ied dan semoga termasuk orang-orang yang telah menang (mendapatkan pahala)"

Ucapan ini pada dasarnya adalah do'a, dan juga sering diucapkan oleh orang-orang Arab, sebagaimana saya sering mendengarnya langsung. Karenanya tidak perlu kita mempermasalahkan ucapan seperti ini dengan berandai-andai atau memaknainya dengan makna yang buruk. Karenanya tidak perlu kita mempersulit masyarakat dengan melarang mereka mengucapkan ucapan ini.

- Mohon Maaf Lahir Batin

Ini adalah ucapan yang sering terucapkan tatkala hari raya. Tentunya maksud dari ucapan tersebut adalah maafkanlah aku jika aku punya salah, maafkanlah aku secara total, karena aku meminta maaf kepadamu secara total keseluruhan lahir dan batin.

Meminta maaf merupakan perkara yang sangat terpuji jika seseorang memang benar-benar melakukan kesalahan, terlebih lagi jika ia segera meminta maaf dan tidak menunda-nundanya. Akan tetapi ucapan ini sudah menjadi tradisi masyarakat kita dan diucapkan kepada siapa saja yang ia temui apakah ia bersalah kepada orang tersebut atau tidak. Bahkan diucapkan kepada orang yang baru saja ia temui dan belum ia kenal sebelumnya, yang bisa dipastikan bahwa ia tidak memiliki kesalahan terhadap orang tersebut. Sehingga ucapan ini sudah menjadi paket bergandengan dengan "Minal 'Aidin wal Faizin".

Pada asalnya seseorang boleh-boleh saja meminta maaf tatkala hari raya, atau menjadikan hari raya adalah momen yang tepat untuk bersilaturahmi/berziaroh disertai meminta maaf. Akan tetapi hendaknya jangan sampai tradisi ini menjadikan seseorang menunda untuk meminta maaf hingga tiba hari raya.

Toh ucapan "mohon maaf lahir batin" seakan-akan hanya menjadi lafal formalitas yang diucapkan tatkala hari raya mengikuti tradisi masyarakat, sebagai bentuk kata penghormatan dan pemuliaan kepada orang lain. Wallahu A'lam

 

Ketiga : Sebagian ulama membolehkan untuk memberikan ucapan selamat hari raya, sehari atau dua hari sebelum hari raya. Karena permasalahan mengucapkan selamat adalah perkara adat dan tradisi, maka hukum asalnya adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarang.

 

Peringatan :

          Hari raya adalah hari bergembira dan bersenang-senang. Karenanya tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendapati penduduk Madinah bermain-main pada dua hari raya tradisi mereka tatkala jahiliyah, maka Nabi mengingkari kedua hari tersebut, akan tetapi Nabi tidak mengingkari bermain-mainnya.

وَعَنْ أَنَسٍ رَضَي اللَّهُ عَنْهُ قالَ: قَدمَ رسولُ  الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم المدينة وَلهُم يَوْمان يَلْعبُون فيهما فقَالَ: "قَدْ أَبْدلَكمُ الله بِهِمَا خَيْراً منهما: يومَ الأضحْى ويوْمَ الْفِطْر

Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kota Madinah, dan penduduk kota Madinah memiliki dua hari yang mereka bermain-main pada dua hari tersebut. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata : "Allah telah menggantikan kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari idul Adha dan hari Idul Fithri" (HR Abu Dawud dan Nasaai)

As-Shon'aani rahimahullah berkata :

وفيه دليل على أن إظهار السرور في العيدين مندوب، وأن ذلك من الشريعة التي شرعها الله لعباده، إذ في إبدال عيد الجاهلية بالعيدين المذكورين دلالة على أنه يفعل في العيدين المشروعين ما تفعله الجاهلية في أعيادها، وإنما خالفهم في تعيين الوقتين...وأما التوسعة على العيال في الأعياد بما حصل لهم من ترويح البدن وبسط النفس من كلف العبادة فهو مشروع

"Pada hadits ini ada dalil bahwa menampakkan kegembiraan pada dua hari raya adalah perkara yang dianjurkan, dan merupakan bagian dari syari'at yang disyari'atkan oleh Allah kepada hamba-hambaNya. Karena digantinya hari raya jahiliyah dengan dua hari raya Islam menunjukkan bahwa apa yang dilakukan di dua hari raya Islam tersebut adalah apa yang juga dilakukan oleh orang-orang jahiliyah pada perayaan mereka (selama tidak dilarang-pen). Hanya saja Nabi menyelisihi dari sisi penentuan waktu dua hari rayanya... Adapun memberi kelapangan kepada anak-anak dalam hari-hari raya yang menyebabkan mereka senang dan gembira dari beban ibadah maka ini disyari'atkan" (Subulus Salaam 2/70)

Karenanya pada hari 'Ied  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membolehkan duff (rebana) dimainkan. Demikian juga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membiarkan orang-orang Habasyah untuk bermain-main di Masjid Nabawi, bahkan Aisyah menonton permainan mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menamakan hari-hari tasyriq dengan hari makan dan minum.

Karenanya pada hari raya -sebagaimana tradisi masyarakat kita- dibolehkan perkara-perkara berikut :

- Membuat kue lebaran

- Membelikan baju baru buat istri dan anak-anak

- Mengundang kerabat dan para sahabat untuk makan-makan di rumah kita

- Mengadakan acara halal bi halal dalam rangka untuk mempererat persaudaraan dan tali ukhuwwah islamiyah. Meskipun tentunya penamaan dengan "Halal bi Halal" adalah penamaan yang aneh dalam bahasa Arab, dan hingga saat ini saya tidak paham maksud dari penamaan tersebut. Akan tetapi esensi dari acara seperti ini diperbolehkan sebagai bentuk mengungkapkan kegembiraan tatkala hari raya. Wallahu  A'lam.

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

Sumber : http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/727-minal-aidin-wal-faaizin-halal-bi-halal&ei=FPzk6xvS&lc=id-ID&s=1&m=253&ts=1436759830&sig=AKQ9UO-LQUrBfhMGr6uJSvUBZD9Wq7yRRQ

Monday, 13 July 2015

dialog antara guru dan murid

DIALOG GURU & MURID Berikut ini, TUJUH BELAS CONTOH "Kisah Imajinatif" tentang Dialog antara seorang GURU LIBERAL dengan seorang Muridnya yang lugu dan polos serta ingin "berlebih", tapi dibalik itu ada makna yang sangat "dalam".Walau pun ini sebuah "Kisah Imajinatif", tapi isi pendapat Sang GURU LIBERAL merupakan fakta pendapat yang sering dilontarkan para Kaum Liberaldi tengah masyarakat.Ada pun jawaban Si MURID LUGU bukan sekedar guyonan, atau hanya ingin sekedar berlebih dari Sang Guru, tapi jawaban mendalam untuk menunjukkan "Kerancuhan Pemikiran Liberal" sekaligus mengukur kadar bahayanya.1. SHALAT & PUASAGuru : "Shalat dan Puasa itu cukup dengan Niat dan Ingat, tanpa susah payah harus berbuat."Murid : "Kalau begitu, Makan dan Minum pun cukup dengan Niat dan Ingat saja dong, tanpa repot-repot harus berbuat."2. MAKSIATGuru : "Kesesatan dan Kema'siatan serta Kemunkaran, seperti Aliran Sesat dan Aneka TempatMa'siat, itu sudah lama ada, kenapa harus dimusuhi?!"Murid : "Kalau begitu, kan Iblis juga jauh lebih dulu ada dari manusia, bahkan sebelumnya sudah rajin ibadah lho, lalu kenapa mesti dimusuhi ya ... ?!"3. ENERGI KESEIMBANGANGuru : "Taat dan Ma'siat itu dua energi yang harus selalu ada, bahkan mesti bersahabat, karena saat Energi Taat dan Energi Ma'siat bersatu akan tercipta keseimbangan umat."Murid : "Kalau begitu, Korupsi harus dijaga dan dihormati dong, karena Energi Korup dan Energi Jujur mesti bersatu untuk ciptakan keseimbangan di tengah masyarakat."4. KEBEBASAN BEREKSPRESIGuru : "Orang memghina Allah dan menista Nabi adalah hak berpendapat dan merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, sehingga tidak boleh dihakimi. Dan setiap orang bebas mengekspresikanrasa cinta dan rasa bencinya dengan ucapan mau pun perbuatan."Murid : "Kalau begitu, orang Islam juga boleh membunuh siapa saja yang menghina Allah dan Rasul-Nya, tidak peduli dengan aturan hukum yang ada, karena mereka juga bebas mengekspresikanrasa cintanya dengan membela kecintaannya dan membunuh para penghinanya."5. BABIGuru : "Babi itu ciptaan Allah, sehingga tidak masuk diakal harus diharamkan. Karenanya, makan saja hingga kenyang."Murid : "Kalau begitu, Para Penjahat semuanya juga ciptaan Allah, sehingga tidak masuk diakal dong untuk dimusuhi. Karenanya, temani saja dengan senang."6. AHMADIYAHGuru : "Ahmadiyah itu memang munkar, tapi itulah fakta kehidupan, nikmati saja, tidak usah marah-marah, apalagi bertindak keras !"Murid : "Kalau begitu, jika isteri Tuan Guru diperkosaorang, maka itu kan munkar yang jadi fakta kehidupan, ya nikmati saja, tidak usah marah dong, apalagi bertindak keras !"7. PERSAINGAN TUHANGuru : "Konflik antar Islam dan Ahmadiyah tidak lebih hanya merupakan Persaingan antara Nabi Arab dan Nabi India."Murid : "Kalau begitu, semua Konflik antar umat beragama, tidak lebih hanya merupakan Persaingan antara Tuhan Arab dan Tuhan Eropa, serta Tuhan Cina dan Tuhan Melayu ... dan seterusnya ... banyak juga ya Tuhan yang bersaing ...?!"8. PEMIMPIN KAFIRGuru : "Lebih baik Pemimpin Kafir asal jujur dan adil,serta cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Muslim tapi korup dan khianat, serta bodoh dan pemalas."Murid : "Kalau begitu, lebih baik jadi orang Kafir saja asal kaya raya, daripada jadi orang Islam tapi miskindan susah ... !"9. KTP KOSONGGuru : "Di KTP tidak perlu ada kolom agama, karena berpotensi melahirkan Diskriminasi antar umat beragama."Murid : "Kalau begitu, kolom jenis kelamin itu berpotensi Diskriminasi antar Pria dan Wanita, kolom umur juga berpotensi Diskriminasi antar Tua dan Muda, kolom alamat pun berpotensi Diskriminasi antar Kampung dan Daerah, kolom pekerjaan berpotensi pula Diskriminasi antar Profesi,bahkan kolom nama bisa berpotensi Diskriminasi antar Suku dan Golongan. Jadi, sempurnanya dalamKTP tdk perlu ada kolom nama, umur, jenis kelamin, agama mau pun alamat ... ya KTP KOSONG saja lah... !"10. KENTUTGuru ; "Islam itu aneh, saat wudhu batal karena buang angin, maka saat wudhu lagi harus basuh muka. Kok yang kentut dari pantat, tapi muka yang dicuci ... ?!"Murid : "Kalau begitu, yang kentut itu kan pantat, kenapa muka yang malu, mestinya pantat dong yangmalu ... ?!"11. PALANG MERAHGuru : "Umat Islam tidak usah menuntut penggantian Palang Merah dengan Hilal Merah, karena Indonesia bukan Negara Islam."Murid : "Kalau begitu, Palang Merah juga mestinya tidak boleh digunakan, karena Indonesia pun bukan Negara Kristen .... Apa diganti saja dengan "Jengkol"yang tidak ada kaitan dengan agama apa pun ... ?!"12. LIBUR JUM'ATGuru : "Yang "menuntut" libur Jum'at terlalu fanatik terhdap agama Islam. Padahal, Indonesia bukan Negara Islam."Murid : "Kalau begitu, yang "memberlakukan"Libur Ahad lebih lagi fanatiknya terhadap agama Kristen. Padahal, Indonesia kan bukan Negara Kristen. Kenapa tidak Libur Senin atau Selasa saja ya ... ?! Atau Libur Rabu atau Kamis gitu .... ?! Agar tidak adakaitan dengan agama apa pun ... !!!"13. KORUPGuru : "Di Indonesia, yang korup dan yang jadi penjahat banyak muslimnya. Kenapa ya ... ?!Murid : "Kalau begitu : Di Amerika, yang korup dan jadi Gangster banyak Kristennya. Dan di Italia, yang korup dan jadi Mafia banyak Katholiknya. Serta di India, yang korup dan jadi Bajingan banyak Hindunya. Dan di Thailand yang korup dan jadi Perampok banyak Budhanya. Serta di China yang korup dan jadi Bajingan banyak Khong Hu Chunya. Kenapa juga ya ... ?!"14. SAINSGuru : "Sains Modern dikembangkan oleh Para ilmuwan Non Muslim, kenapa umat Islam tidak malumemakai produknya ... ?!"Murid : "Kalau begitu, Sains Modern kan ditemukan oleh Ilmuwan Muslim, kenapa para Ilmuwan Non Muslim tidak malu mengembangkannya ... ?!"15. IBLISGuru : "Iblis tercipta dari Api, lalu nanti masuk Neraka dan disiksa dibakar dengan Api, tentu tidak ada pengaruh, karena Api bertemu dengan Api ... "Murid : "Kalau begitu, Manusia diciptakan dari Tanah, lalu jika dihantam Genteng atau Batu Bata yang tebuat dari Tanah, mestinya tidak ada pengaruh, karena Tanah bertemu dengan Tanah ... "16. KEKERASANGuru : "Apa pun alasannya, dan apa pun jenis serta bentuknya, yang namanya Kekerasan adalah tindakan terkutuk."Murid : "Kalau begitu, tindakan Polisi menembak Teroris, dan tindakan Tentara memerangi Separatis, serta tindakan warga melawan Perampok yang inginmenjarah hartanya dan memperkosa isterinya serta membantai anak-anaknya, juga tindakan terkutuk. Kasihan ya, kok bela diri, bangsa dan negara jadi terkutuk ... ?!17. KESETARAAN GENDERGuru : "Pria dan Wanita sama dan sederajat, tidak boleh ada perbedaan di antara keduanya."Murid : "Kalau begitu, Pria wajib Hamil, Melahirkan, Nifas dan Haidh sebagaimana dialami Wanita, agar sama dan sederajat."
di salin dari grup WA podo dzikir

Monday, 6 July 2015

tafsir do'a setelah witir

Tafsir Doa Setelah Witir
Di bagian pertama kita membaca,
اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu..”

Dalam doa ini kita melakukan tawassul. Dan inilah salah satu tawassul yang disyariatkan. Tawassul dengan menyebut sifat Allah, sebagai pengantar doa yang kita pinta.
Pertama, Ketika kita membaca,
اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu”

Kita bertawassul dengan ridha Allah, agar Dia melindungi kita dari murka-Nya. Dan ridha adalah lawan dari murka. Sehingga kita berlindung dari sesuatu dengan lawannya. Kita menjadikan ridha sebagai wasilah untuk membebaskan diri dari murka.

Kedua, kemudian kita membaca,
وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ
“aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu...”

Di situ ada kata Mu’afah [مُعَافَات], dari kata ‘aafa – yu’aafi [عَافَى - يُعَافِي] yang artinya menjaga dan menyelamatkan dari segala bahaya. Ketika Allah memberikan ‘Afiyah kepada kita, berarti Allah menjaga kita dan menyelamatkan kita  dari segala bencana, baik dalam urusan agama maupun bencana dunia.

Bencana dalam masalah agama berarti kesesatan. Yang itu menjadi penyebab, manusia bisa celaka di akhirat.

Lawan dari Mu’afah adalah Uqubah (hukuman). Hukuman Allah berikan, karena hamba melakukan dosa.

Dalam kalimat ini, kita berlindung dengan mu’afah Allah agar terhindar dari hukuman Allah. Artinya, kita berlindung dari dampak buruk dosa, sampai Allah memaafkan kita. Dan ada dua cara, seorang hamba mendapat ampunan Allah,
Pertama, Allah ampuni secara langsung. Allah maafkan, dan dosanya tidak dihitung.
Kedua, Allah berikan kita hidayah untuk bertaubat atau beramal. Kita diberi hidayah untuk mencari sebab ampunan dosa.

Ketiga, kita membaca,
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ
Kalimat ini jika kita terjemahkan seperti tertera di teks berarti, “Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu.”
Tapi kita bisa menambahkan di situ, kata yang diprediksikan. Kita tambahkan jadi:
“aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu”

Allah Dzat Yang Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Kuasa. Apa yang bisa kita bayangkan, ketika Allah murka kepada salah satu makhluk-Nya? Kepada siapa dia bisa berlindung? Apa ada yang bisa dimintai tolong untuk menghindari murka-Nya Allah?
Jawabannya, Jelas tidak ada makhluk yang mampu melindungi!. Tidak mungkin kita berlindung dari murka Allah, kecuali kepada Allah. Hanya Dia yang bisa melindungi kita dari hukuman-Nya.

Dalam kalimat ini, benar-benar menunjukkan puncak kepasrahan kita di hadapan Allah.
Bayangkan di saat kita berada di hadapan Allah. Tidak ada yang bisa kita andalkan ketika kita menghadap Allah. Tidak ada yang bisa jadikan pembela ketika berhadapan dengan Allah. Selain kita bersimpuh, memohon perlindungan kepada-Nya, Dzat Yang Maha Pemurah. Innahuu arhamur rahimiin..

Keempat, selanjutnya, kita menunjukkan keterbatasan kita,
لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ
“Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri..”

Di saat kita telah mengakui segala kelemahan kita dengan berlindung kepada-Nya, ternyata kita sendiri tidak bisa menuikan kewajiban kita Allah sebagaimana mestinya. Termasuk dalam hal memuji Allah. Kita menyatakan, betapa keterbatasan kita dalam melakukannya.

Di sana ada kata tsana’ [ثَنَاء], artinya mengulang-ulang pujian.
Kita menyatakan, bahwa kita tidak mampu memuji Allah dengan sebenar-benarnya. Dan tidak mungkin kita mampu melakukannya. Karena ada banyak sekali sifat-sifat baik Allah dan nama-nama-Nya yang tidak kita ketahui.
Perbuatan Allah tidak ada batasnya. Sementara semua perbuatan Allah adalah sempurna.
Firman Allah tidak ada batasnya, dan semua firman Allah itu sempurna.
Kebaikan Allah kepada makhluk-Nya tidak ada batasnya. Dan semua itu sempurna.

Di sini, kita mengikrarkan kesempurnaan semua sifat-sifat Allah.

Disadur dari as-Syarh al-Mumthi, Imam Ibnu Utsaimin, jilid 4, hlm. 36 – 37.

Allahu akbar...
Ternyata ada makna yang luar biasa, dibalik doa yang kita baca. Meskipun kita sering melalaikannya. Hanya kita baca di lisan, tanpa perenungan.

Allahu a’lam

aplikasi hadits untuk android

⭐️ APLIKASI HADITS MOBILE ⭐️

Sudah punya aplikasi Quran kan?
Kalau aplikasi hadits?

�� Mau 62 ribu hadits dalam genggaman? Kalau beli bukunya bisa belasan juta rupiah.

�� Alhamdulillah, LIDWA (pemilik content Hadits 9 Imam) resmi meluncurkan aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam untuk Android dan iOS

Jadi, jika kita memiliki pertanyaan-pertanyaan:

✅ Mau cari hadits?

✅ Mau buka hadits no tertentu?

✅ Mau tahu hadits yg berkaitan?

✅ Mau tahu derajat hadits?

✅ Mau bisa copy paste?

✅ Mau men-share hadits?

✅ Mau bookmark hadits?

✅ Mau tambah note, highlight?

✅ Mau lihat jalur sanadnya?

✅ Mau lihat statistik perawinya?

��Insya Allah semua jawabannya ada di aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam Mobile versi Official dari Lidwa

❤️ Plus bonus kumpulan hadits:
��Qudsi
��Mutawatir
��Terkait Al-Quran
��dll

❤️ Plus bonus hadits tematik:
��Iman
��Akhlaq & Adab
��Ibadah
��dll

⬇️ Jadi jangan tunggu lagi. Langsung download aplikasinya:

�� Android di http://hadits.in/android

�� iOS di http://hadits.in/ios -> Saat ini masih dalam proses review oleh Apple. Mohon doanya

�� Mohon bantu sebarkan, semoga bermanfaat & menjadi ladang amal baik bagi kita semua

kewajiban suami kepada istri

Teryata ini semua kewajiban SUAMI ..... di subuh yang dingin, kudapati mommy sudah sibuk memasak untuk keluarga..
“Mom masak apa? Bisa ku bantu?”
“Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan ayah.” Sahutnya.
“Alhamdulillah.. mantap pasti.. mari ku bantu. Eh mom.. calon istriku dia tidak bisa masak loh..”
“Iya terus kenapa,,?” Sahut mommy..
“Ya tidak kenapa-kenapa sih mom.. hanya cerita aja… hehehe.”
“Jangan dipikir memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain-lain itu KEWAJIBAN WANITA lho…”
“HAH.? Maksudnya mom..?” (Kaget..)
“Itu semua adalah KEWAJIBAN LELAKI.”
“Tapi bukankah Mommy setiap hari melakukannya?”
“KEWAJIBAN ISTRI adalah TAAT pada SUAMI.
Karena Ayah itu TIDAK MUNGKIN bisa mengurusi rumah, maka Mommy bantu mengurusi semuanya.
Sebagai wujud CINTA dan juga wujud istri yang mencari RIDHO SUAMINYA.”
Aku makin bingung mom.
“Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?” tanya Mommy..
“Iya tentu aja, mom..”
“Menurutmu PENGERTIAN NAFKAH itu yang seperti apa?
Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban suami. Makanan adalah nafkah. Kalau beras. Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban suami. Lalu rumah adalah kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban suami.”
“Waaaaah.. sampai segitunya mom..? Lalu jika itu semua kewajiban suami, kenapa mommy tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Ayah sekalipun?”
“Karena mommy juga seorang istri yang mencari ridha dari suaminya.
Mommy juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana.
Karena mommy mencintai Ayahmu, mana mungkin mommy TEGA menyuruh ayahmu yang sibuk dengan pekerjaannya untuk melakukan tugas itu semua?
Jika ayahmu ber-‘punya’ mungkin pembantu bisa jadi solusi.
Tapi jika belum ada, ini adalah LADANG PAHALA untuk mommy.”
Aku hanya diam..
“Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Nabi karena tangannya lebam karena menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya.
Atau pernah dengar juga saat Umar diomeli istrinya? Umar diam saja karena TAHU BETUL.
Wanita tercintanya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu BUKANLAH tugas istri.
TAPI karena PATUH dan TAATNYA WANITA, semua Ridha dikerjakannya”.
“Iya mom…”
“Jadi laki-laki selama ini salah sangka ya mom? Seharusnya setiap lelaki berterimakasih pada istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah istri.”
“Eh, terus kenapa mommy tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban mommy?”
“Menikah bukan hanya soal menuntut HAK kita. Atau menuntut KEWAJIBAN suami kita.
Tapi banyak hal lain.
~ MENURUNKAN EGO.
~ MENJAGA KEHARMONISAN.
~ MENGALAH.
~ KERJA SAMA.
~ KASIH SAYANG.
~ CINTA dan PERSAHABATAN.
Menikah itu perlombaan untuk berusaha MEM-BAIK-KAN satu sama lain.
Yang wanita sebaik mungkin membantu suaminya.
Yang lelaki sebaik mungkin membantu istrinya.
Toh IMPIANNYA rumah tangga sampai SURGA.”
“Subhanallah.. eeh kalo calon istriku tahu hal ini dan dia malas ngapa-ngapain mom?”
“WANITA BERAGAMA tentu tau bahwa ia harus mencari KERIDHOAN SUAMINYA. Sehingga tidak mungkin setega itu.
Sedang LELAKI BERAGAMA tentu tau bahwa istrinya telah banyak membantu.
Sehingga tidak ada cara lain selain LEBIH MENCINTAINYA.”
“Hening…”

Wednesday, 10 June 2015

LEBIH DEKAT DENGAN SAHABAT UTAMA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

Oleh M Husnaini

Buku ini berbicara tentang manusia sangat agung, sahabat yang paling dekat dan paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam. Dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Karya semacam ini tidak banyak. Buku-buku tentang sahabat, rata-rata ditulis oleh penulis asing dan berbahasa asing. Sangat sedikit yang ditulis oleh penulis Indonesia dan berbahasa Indonesia. Maka upaya Ustadz Fariq Gasim Anuz ini bisa dibilang satu di antara yang sedikit itu.

Kendati berbahasa Indonesia, rujukan yang digunakan cukup kredibel. Kemudian, disajikan dengan bahasa sederhana sehingga sangat mungkin dibaca siapa saja. Melalui buku ini, Ustadz Fariq berhasil mengungkap kisah-kisah keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Selama ini, kalau kita menghitung koleksi buku bacaan kita tentang sejarah hidup tokoh, berapa banyak yang berkisah tentang sejarah perjuangan sahabat Nabi? Sejauh mana kita mengenal ulama-ulama salaf apabila dibandingkan dengan ilmuwan-ilmuwan modern? Seberapa lancar kita mengeja nama-nama pahlawan Islam dibanding tokoh-tokoh sekuler?

Maka buku ini semoga menjadi pelecut awal bagi kita untuk mau menyibak lembaran-lembaran hikmah tentang sejarah hidup manusia-manusia mulia. Apalagi buku ini bukan buku sejarah murni, melainkan juga boleh dibilang buku hikmah. Dengan membaca kisah perjalanan hidup Abu Bakar Ash-Shiddiq, kita semua diajak becermin: sampai di mana kualitas keberagamaan kita ini?

Bagaimana pula kemuliaan, pengabdian, dan kecintaan Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Nabi Muhammad juga diungkap dalam tulisan berjudul Api Cinta. Subhanallah. Ustadz Fariq memberi komentar terhadap kisah ini dengan: Likulli mihnatin minhatun, setiap musibah terdapat karunia.

Ceritanya, Abu Bakar Ash Shiddiq sangat gigih membantu dakwah Nabi. Ketika dakwah Islam masih dilakukan secara rahasia dan pemeluknya masih sedikit, Abu Bakar Ash Shiddiq meminta izin kepada Rasul untuk berdakwah secara terang-terangan. Karena terus mendesak, akhirnya Nabi mengizinkan. Segera dia berkhutbah di Masjidil Haram.

Bisa ditebak, kaum Musyrikin mengeroyoknya. Abu Bakar Ash Shiddiq dipukul, ditendang, bahkan diinjak-injak tubuhnya. Bersimbah darah, Abu Bakar Ash Shiddiq pun pingsan. Tetapi, dalam keadaan koma beberapa saat, begitu sadar, kata-kata pertama yang keluar dari lisan Abu Bakar, "Bagaimana keadaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam?" Abu Bakar tidak mengeluh, tidak merintih dan tidak memikirkan dirinya. Singkat cerita, akibat peristiwa ini, ibunda Abu Bakar yang dulunya kafir, segera masuk Islam.

Kisah-kisah lain serupa ini dapat kita jumpai di buku ini. Mengharukan lagi mencerahkan. Diungkap pula kemuliaan-kemuliaan Abu Bakar. Antara lain kegigihan Abu bakar Ash Shiddiq radhiallahu anhu dalam berdakwah mampu mengislamkan tiga puluh orang yang masuk Islam. Di antara mereka, Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, Utsman bin Madz'un dan lainnya radhiallahu anhum ajma'in.

Abu Bakar radhiallahu anhu adalah pejuang kebenaran, hingga tak segan korbankan harta bahkan jiwa. Abu Bakar Ash Shiddiq mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan karena ada keuntungan dunia yang diharapkan. Ia mencintai Rasul mengharapkan ridha Allah. Kepribadian Rasul dan kemuliaan akhlaknya menjadi magnet bagi siapa saja yang berhati bersih untuk mencintainya.

Silakan baca buku ini. Pelan-pelan. Insya Allah banyak sekali inspirasi dan hikmah untuk mencerahkan keberagamaan kita. Semoga buku ini menjadi pintu awal kita untuk semangat mengenal, mempelajari, dan meneladani kehidupan sahabat yang mulia.

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...