Thursday, 22 September 2016

Turunnya Pertolongan dari Allah

✍Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) (محمد:7) 

“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia (Allah) pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".(Muhammad : 7)

Ini merupakan janji dari Allah bagi orang-orang yang menolong agamanya, menumpahkan segala kesungguhannya dalam menegakkan agama Allah, maka Allah pasti akan menolongnya. (Syaikh Asy-Syankithy)   

Allah telah memberikan janji kepada hamba-hambanya yang beriman untuk menghancurkan tipu daya musuh-musuh mereka. Firman-Nya"Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia (Allah) pasti  akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Muhammad : 7).
Maka ini merupakan janji Allah yang pasti dan tidak akan diingkarinya.
Allah telah menyatakan,"Dan siapa yang lebih pasti menepati janjinya selain Allah."(At-Taubah:111). "(sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(Ar-Rum-6). 

Maka janji dalam ayat ini untuk memberikan pertolongan dan meneguhkan kekuasaan bagi orang-orang Mukmin pastilah terwujud dan bukan suatu yang mustahil. Akan tetapi janji ini ada syarat yang dipenuhi oleh orang-orang Mukmin. (DR. Nasir bin Sulaiman Al-Umary) 

Dalam ayat ini Allah menyebutkan syarat datangnya An-Nasr (pertolongan) itu adalah agar mereka menolong Allah. Dan menolong Allah itu dengan melaksanakan semua perintah-Nya secara menyeluruh dan menjauhi secara  terhadap larang-larangan-Nya secara menyeluruh pula. Dan hal ini juga merupakan ketentuan yang sudah terjadi melalui lisan Rasul-Rasul sebelum Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم.
🌴Terkadang muncul pertanyaan dalam benak kita, Kenapa Pertolongan Allah itu belum datang juga? Bukankah nasib kaum Muslimin sudah dalam penindasan dan penghancuran oleh musuh-musuhnya? 
Syaikh Al-Albany menjelaskan dalam Muhadhoroh Fid Dakwah Salafiyah bahwa sebelum kita menjawab pertanyaan itu, maka yang harus dipertanyakan lebih dahulu adalah, "Sudahkah kita menolong Allah sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah?" Sudahkah kita menolong agama Allah sesuai dengan yang telah disyariatkan oleh Allah?" Jika jawabannya, "belum" maka disitulah kewajiban yang harus kita benahi untuk menjawab persyaratan Allah. Jika pertolongan Allah belum datang, buka berarti Allah menyelisihi janjinya, tetapi disebabkan karena kita belum memenuhi persyaratan Allah itu." Sekarang
🌴Bagaimana caranya menolong (Agama) Allah? 
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjelaskan,"Maka inilah bentuk pertolongan kepada Allah dengan melakukan perintah-perintah Nya dan meninggalkan larangan-larangan Nya dengan keimanan dan keikhlasan kepada Allah serta mentauhidkan-Nya, juga keimanan kepada Rasul-Nya.... Maka menolong agama Allah adalah dengan mentaati Allah, mengagungkan-Nya dan ikhlas kepada-Nya, serta mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, mengamalkan syariat-Nya karena menginginkan pahala darinya dan untuk menegakkan agama-Nya." "Jadi, siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan-larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab-sebab pertolongan Allah padanya…"(Asbaabu Nashrillaahi lil Mu'miniin ‘alaa A'daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M). 
🌴Dan jauhi juga segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan. Karena kesyirikan dan kemaksiatan merupakan sebab utama penghalang datangnya pertolongan Allah. 
🌴Inilah pentingnya ilmu agama. Dengan ilmu agama ini, seseorang bisa mengetahui mana jalan-jalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan mana jalan-jalan yang menjauhkan dirinya dari Allah. Dengan ilmu agama seseorang bisa membedakan jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Salah satu jalan yang menjauhkan kita dari Allah adalah segal bentuk penyimpangan dari Islam. Allah berfirman,"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah : 214) "Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (Ar Ruum : 47). "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (Al Hajj : 40) wallahu a'lam.

🍂Sumber: Al-Mausu'ah fi At-Tafsir; Muhadhorot Fid Dakwah Salafiyah; Artikel Pengusaha Muslim

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal

       ✏📚✒🌾.🌴..

Pakai logika jika mau hutang di bank

⚠⚠SANGAT PENTING!
BEGINI SKEMA RIBA MENJADIKAN ANDA BUDAK

💢Terjadi penyesatan logika, ketika kita ditawari utang oleh sebuah bank, maka kita diiming-imingi dengan bunga yang murah sekali.

♥Biasanya mereka memberikan gambaran bunga HANYA 1% - 2% perbulan.

🔆Logika kita akan berbicara, dengan uang yang kita pinjam, ketika diputar untuk bisnis misalnya, setiap bulan kita bisa menghasilkan keuntungan misalnya 5% saja, maka dengan beban bunga hanya 1% - 2% perbulan, maka keuntungan kita masih ada 3%-4%.

💰Katakanlah kita pinjam uang Rp. 50.000.000,-
Dengan uang tersebut, kita berasumsi bisa menghasilkan Rp. 2.500.000 sebulan.
Sementara bunga bank hanya 1.5% misalnya. Maka besar bunga hanya Rp, 750.000,-. Itu artinya, keuntungan kita yang Rp. 2.5 juta - Rp. 750 ribu masih sisa =Rp. 1.750.000,-. Itu artinya, kita masih untung dengan melakukan pinjaman ke bank.

⛔Apakah anda termasuk orang yang berpikir seperti diatas?

Mari kita bongkar kesesatan logika kita.
✔1. Apakah anda lupa, bahwa modal yang anda dapat dari bank setiap bulan berkurang karena anda mengangsur pokoknya?
✔2. Anggap anda bisa dapat keuntungan bersih 5% dan selalu tetap (walaupun hampir tidak mungkin), maka setiap bulan keuntungan anda akan menurun karena modal yang anda pinjam harus anda kembalikan ke bank dalam bentuk angsuran setiap bulan.
✔3. Sementara modal anda setiap bulan berkurang, ternyata beban bunga yang anda tanggung tetap.
✔4. Didalam simulasi, seandainya anda mampu membukukan keuntungan tetap setiap bulan sebesar 5% (walaupun sebenarnya hampir tidak mungkin), maka di bulan ke-27, penghasilan anda akan minus, karena pemasukan anda lebih kecil dari bunga yang anda bayarkan.
✔5. Mulai bulan ini hingga terakhir, uang anda sendiri akhirnya akan ikut tergerus untuk membayar bunga setiap bulan.
✔6. Kondisi ini jauh lebih parah jika anda meminjam uangnya lebih besar lagi, dan jangka waktunya lebih lama lagi.
✔7. Kondisi minus seperti ini, biasanya tidak anda sadari, anda hanya beranggapan, bahwa anda butuh modal tambahan, sehingga, biasanya yang terjadi, sebelum lunas, anda akan mengambil utang baru lagi.
✔8. Ketika anda memutuskan mengambil utang baru, baik dengan Top Up, maupun dengan Take Over, maka anda akan kena biaya-biaya tambahan seperti: Bunga berjalan, beban beberapa kali angsuran, pinalti, provisi, biaya notaris, dll.
✔9. Sehingga pinjaman anda yang ke2, anggap anda pinjam uang 100 juta, paling anda hanya menerima beberapa puluh juta saja, karena anda masih memiliki angsuran yang belum selesai juga tanggungan biaya-biaya seperti diatas.
✔10. Jika sudah seperti ini kondisinya, maka kematian bisnis anda semakin cepat, kalau misal dipinjaman pertama anda minus dibulan ke-27, maka pinjaman ke-2 bisa jadi anda sudah minus dibulan ke 12, sehingga memaksa anda akhirnya top up lagi, ataupun take over lagi. Begitu seterusnya.
✔11. Yang harus anda mengerti, bunga dari bank 1.5% itu hanya akan anda nikmati saja dibulan pertama. Bukan setiap bulan!
✔12. Bank menghitung bunga itu dari NOMINAL PINJAMAN PERTAMA anda, bukan BESAR UANG YANG MASIH ANDA PINJAM.

❗Jadi, jangan lagi percaya, bahwa bunga 1%-2% itu murah!

🚫Silakan pakai logika anda.

💡Saya jelaskan bahayanya riba, ga pake dalil Al Qur'an, ga pake hadits. Cukup pakai akal sehat anda sudah cukup, maka anda akan mengerti bahwa riba itu seperti racun yang akan membuat kita mati, baik cepat ataupun lambat.

📚Anda yang ingin menghitung sendiri simulasinya, silakan download disini rumusnya, gratis:
https://drive.google.com/file/d/0Bzeoajn7I67WLTdfMk9jcUkydXc/view?usp=sharing
(Copy dan paste link tersebut di browser anda)

👔Yang orang bank, mau marah boleh, tapi anda tidak bisa membantah FAKTA ini.

🍃Mohon sebarluaskan informasi ini, agar semakin banyak orang yang terselamatkan dari bahaya riba.

☀Berdakwah adalah Fardhu 'Ain, kewajiban setiap muslim.

Shaf Anak Kecil ketika sholat berjama'ah

Bagaimana cara mengatur posisi shaf anak kecil waktu shalat jamaah?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, Ada 2 istilah terkait usia anak yang perlu kita kenal agar bisa memahami kasus lebih sempurna,

[1] Tamyiz

Usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, bisa membedakan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan dirinya. Dia bisa memahami shalat, dia tahu shalat itu tidak boleh kentut, tidak boleh lari-lari, atau tolah-toleh. Dia tahu, najis tidak boleh disentuh, aurat harus ditutupi, dst.

Indikator usia tamyiz lebih bersifat psikologis, dan bukan indikator fisik. Umumnya, anak menginjak usia tamyiz ketika berusia 7 tahun.

[2] Baligh

Usia di mana anak sudah mendapatkan beban syariat. Sehingga mereka berdosa ketika meninggalkan perintah agama atau melanggar larangan agama. Indikator usia ini adalah indikator fisik, untuk anak lelaki indikatornya mimpi basah – keluar mani -, sementara untuk wanita ditandai dengan datangnya haid.

Usia baligh sangat variatif, karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

(Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 7/157 – 160)

Kedua, Dilarang Memutus Shaf

Memutus shaf dalam shalat hukumnya terlarang. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman, rahmat untuk dirinya akan diputus. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Siapa yang menyambung shaf, Allah akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah Ta’ala akan memutusnya. (HR. Nasai 827 dan dishahihkan al-Albani)

Al-Munawi mengatakan,

ومن قطع صفا؛ بأن كان فيه فخرج منه لغير حاجة أو جاء إلى صف وترك بينه وبين من بالصف فرجة بلا حاجة (قطعه الله) أي أبعده من ثوابه ومزيد رحمته ، إذ الجزاء من جنس العمل

“Siapa yang memutus shaf”, bentuknya adalah ada orang yang keluar dari shaf tanpa kebutuhan, atau dia masuk shaf sementara dia biarkan ada celah antara dia dengan orang yang ada di sebelahnya, tanpa ada kebutuhan. “Allah akan memutusnya” artinya, Allah akan menjauhkan dirinya dari pahala dan tambahan rahmatnya. Karena balasan sejenis dengan amal. (Faidhul Qadir, 2/96).

Berdasarkan keterangan al-Munawi, termasuk bentuk memutus shaf, ketika seseorang meletakkan benda seperti tas atau sejenisnya di antara shaf. Termasuk juga mereka yang tidak shalat berposisi di sela-sela shaf, seperti anak kecil yang belum paham shalat. Merekalah anak kecil yang belum tamyiz.

Ketiga, Shalatnya anak tamyiz statusnya sah

Anak kecil yang sudah tamyiz, shalatnya sah. Meskipun dia belum baligh. Karena batas awal keabsahan ibadah adalah usia tamyiz dan bukan baligh. Untuk itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang tua yang anaknya sudah sudah 7 tahun, agar mereka disuruh untuk shalat.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ

“Perintahkan anak kalian untuk shalat ketika mereka sudah berusia 7 tahun. Dan pukul mereka (paksa) untuk shalat, ketika mereka berusia 10 tahun.” (HR. Abu Daud 495 dan dishahihkan al-Albani).

Anak usia 7 tahun sudah diperintahkan untuk shalat menunjukkan bahwa shalat mereka sah. Dan batasanya adalah mereka sudah tamyiz.

Dalil lain yang menunjukkan bahwa shalat yang dikerjakan anak tamyiz statusnya sah adalah hadis dari Amr bin Salamah radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

كُنَّا بِحَاضِرٍ يَمُرُّ بِنَا النَّاسُ إِذَا أَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانُوا إِذَا رَجَعُوا مَرُّوا بِنَا، فَأَخْبَرُونَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: كَذَا وَكَذَا وَكُنْتُ غُلَامًا حَافِظًا فَحَفِظْتُ مِنْ ذَلِكَ قُرْآنًا كَثِيرًا فَانْطَلَقَ أَبِي وَافِدًا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَفَرٍ مِنْ قَوْمِهِ فَعَلَّمَهُمُ الصَّلَاةَ، فَقَالَ: «يَؤُمُّكُمْ أَقْرَؤُكُمْ» وَكُنْتُ أَقْرَأَهُمْ لِمَا كُنْتُ أَحْفَظُ فَقَدَّمُونِي فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَعَلَيَّ بُرْدَةٌ لِي صَغِيرَةٌ صَفْرَاءُ…، فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَأَنَا ابْنُ سَبْعِ سِنِينَ أَوْ ثَمَانِ سِنِينَ

“Kami tinggal di kampung yang dilewati para sahabat ketika mereka hendak bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Sepulang mereka dari Madinah, mereka melewati kampung kami. Mereka mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian dan demikian. Ketika itu, saya adalah seorang anak yang cepat menghafal, sehingga aku bisa menghafal banyak ayat Al-Quran dari para sahabat yang lewat. Sampai akhirnya, ayahku datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama masyarakatnya, dan beliau mengajari mereka tata cara shalat. Beliau bersabda, “Yang menjadi imam adalah yang paling banyak hafalan qurannya.”  Sementara Aku (Amr bin Salamah) adalah orang yang paling banyak hafalannya, karena aku sering menghafal. Sehingga mereka menyuruhku untuk menjadi imam. Akupun mengimami mereka dengan memakai pakaian kecil milikku yang berwarna kuning…, aku mengimami mereka ketika aku berusia 7 tahun atau 8 tahun.” (HR. Bukhari 4302 dan Abu Daud 585).

Amr bin Salamah ketika jadi imam, usianya sekitar 7 tahun. Dan itu direstui oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara makmumnya orang dewasa. Menunjukkan bahwa shalat yang dikerjakan Amr bin Salamah statusnya sah.

Keempat, posisi shaf anak kecil yang sudah tamyiz

Karena anak kecil yang tamyiz shalatnya sah, maka dia boleh shalat jamaah di posisi shaf orang dewasa. Dan tidak terhitung memutus shaf.

Anas menceritakan pengalamannya ketika shalat sunah di rumahnya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَقُمْتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدِ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ، فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ، فَقَامَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَصَفَفْتُ أَنَا وَاليَتِيمُ وَرَاءَهُ، وَالعَجُوزُ مِنْ وَرَائِنَا، فَصَلَّى لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفَ

Akupun menggelar tikar kami yang sudah menghitam karena sudah lama dipakai, kemudian aku perciki dengan air. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri menjadi imam dan saya membuat shaf bersama seorang anak yatim di belakang beliau. Dan ada nenek di belakang kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat 2 rakaat, dan salam. (HR. Bukhari 373 & Muslim 1531).

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu membuat shaf bersama anak yatim. Dan pengertian yatim adalah mereka yang ditinggal mati ayahnya sebelum masa baligh. Kemungkinan besar, anak yatim ini sudah tamyiz.

Kelima, anak yang belum tamyiz

Anak yang belum tamyim, belum bisa memahami shalat. Terkadang dia tolah toleh, dia ngentut diam saja, atau banyak gerak. Sehingga anak yang belum tamyiz, shalatnya batal. Untuk  itu, anak belum tamyiz tidak boleh diposisikan di sela-sela shaf. Karena jika diposisikan di sela-sela shaf, dia akan memutus shaf.

Di mana mereka harus diposisikan?

Yang lebih baik tetap didampingi orang tuanya dan tidak ditaruh di belakang. Karena biasanya anak akan bermain bersama komplotannya dan itu semakin mengganggu. Anak belum tamyiz bisa diposisikan di ujung shaf, didampingi orang tuanya. Dia tidak memutus shaf, karena berada di ujung, tetap terjaga dengan aman, dan bisa mengikuti shalat bersama orang tuanya.

As-Syaukani mengatakan,

أن الصبي يسد الجناح

“Anak kecil (yang belum tamyiz) menutup celah ujung shaf.” (Nailul Authar, 3/95).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Wednesday, 21 September 2016

Memperbaiki sebuah karakter bagian 1

Lentera Da'wah:

Penyusun: Abu Ubaidah As Sidawi

Alhamdulillah, acara tabligh Akbar dg tema "Memperbaiki Sebuah Karakter" bersama Dr. Syafiq bin Reza Basalamah, MA berjalan dg lancar. Tanpa terduga, peserta membludak di luar dugaan walau tanpa publikasi.

Berikut ini ringkasan materi yg disampaikan oleh Ustadzuna Syafiq bin Reza Basalamah. Semoga bermanfaat bagi saudara2 kami, terutama yg tidak hadir.

1. Pendidikan yg sesungguhnya bukan hanya sekedar nilai dan gelar yg diraih, tetapi yg membuahkan pribadi dan karakter mulia.

2. Islam bukan hanya membahas masalah ibadah semata, tetapi juga menekankan pendidikan karakter/akhlak mulia, bahkan Nabi diutus bertujuan untuk menyempurnakan akhlak.

3. Urgensi Karakter

A. Ditinggikan derajatnya
Rasulullah pernah bersabda:
«إِنَّ اْلمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ اْلصَّائِمِ الْقَائِمِ»
“Sungguh seorang mukmin dapat meraih derajatnya orang yang shalat dan puasa karena akhlaknya yang bagus.” (HR Abu Dawud: 4798, al-Hakim 1/60, Ibnu Hibban: 1927, dinyatakan “shahih” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 795)

B. Dimudahkan masuk surga
Jalan menuju surga sangat banyak, di antaranya adalah dengan berakhlak mulia. Berdasarkan hadits:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ اْلنَّاسَ اْلجَنَّةَ، قَالَ: «تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ اْلخُلُقِ».
Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga, beliau menjawab, “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” (HR at-Tirmidzi: 2004, Ibnu Majah: 4246, Ahmad 2/291, Ibnu Hibban: 476, al-Hakim 4/324, dinyatakan “hasan” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 977)

C. Orang yang paling dicintai dan dekat dengan Nabi pada hari kiamat
Berdasarkan sabda Nabi n\:
«إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِسًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا».
“Sesungguhnya orang yang paling cinta kepadaku dan orang yang paling dekat kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR at-Tirmidzi: 2018, dinyatakan “hasan” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 791)

D. Paling dicintai oleh Allah
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيْكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا جُلُوْسًا عِنْدَ اْلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّمَا عَلىَ رُؤُوْسِنَا اْلطَّيْرُ، مَا يَتَكَلَّمُ مِنَّا مُتَكَلِّمٌ إِذْ جَاءَهُ أُنَاسٌ فَقَالُوْا: مَنْ أَحَبُّ عِبَادِ اللهِ إِلىَ اللهِ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا».
Dari Usamah bin Syarik dia berkata, “Suatu ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Nabi, seolah-olah di atas kepala kami ada seekor burung hingga tidak ada seorang pun yang berani bicara, tiba-tiba datang sekelompok orang bertanya kepada Nabi n\, “Siapakah hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya?” Nabi n\ menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” (HR ath-Thabrani dalam al-Kabir: 471, berkata al-Imam al-Haitsami dalam Majma‘ Zawa’id (8/24), “Para perawinya rawi yang shahih.”)

E. Memberatkan timbangan
Akhlak mulia merupakan amalan yang terpuji. Berdasarkan hadits:
عَنْ أَبِيْ اْلدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ اْلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ شَيْءٍ أثَقَلُ فِيْ الْمِيْزَانِ مِنْ حُسْنِ اْلخُلُقِ».
Dari Abu Darda’ bahwasanya Nabi bersabda, “Tidak ada yang lebih berat pada timbangan seorang hamba pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia.” (HR Abu Dawud: 4799, at-Tirmidzi: 2002, Ahmad 6/446, Ibnu Hibban: 481, dinyatakan “shahih” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 876, Shahih Adab Mufrad: 204)

Dan masih banyak lagi keutamaan2 lainnya.

Saturday, 17 September 2016

Ijinkan aku bertaubat

Bismillaah.. Jangan Lihat Penampilannya

MasyaaAllaah, Ikhwan ini kejadian nyata yang kami temui tadi sore, ketika kami berjalan-jalan bersama-sama ikhwan ba'da shalat ashar, tanpa sengaja ana melihat ada seorang anak muda yang berpenampilan gaya anak punk, dengan pakaian yang serba...

Dan tato yang begitu semarak di sekejur badan anak tersebut, dan tanpa sadar ana mendekati anak tersebut yang sedang asyik mendengarkan entah itu musik atau apa melaui headset, anak muda tersebut nampak cuek, begitu ana mendekat dengannya...

Dan tanpa ragu ana langsung menyapa anak muda tersebut dan mengucapkan salam, nampaknya dia masih menikmati apa dia dengarkan melalui headset...

Kemudain ana mengulang kembali ucapan salam, lalu anak muda tersebut beranbjak, menanatap kami, yang namapak kelihatan asing baginya, lalu ana mendeakat dan bertanya..? Maaf dik...! Asyik ya lagu-lagunya...?

Anak muda itu mengerutkan keningnya dan balik bertanya...! Musik..? katanya dengan nada yang agak tinggi..

Anak itu berkata, aku lagi mendengarkan pidato katanya.. Lalu anapun bertanya siapa dik yang berpidato nampaknya adik menikmatinya...

Mendengar kata-kata ana, ana muda itu menundukan kepalanya, dan mengasihkan HP merk nokia e63, dan ana penasaran apa sih isi pidatonya... Begitu ana coba mendengarkannya...

MasyaaAllaah ternyata anak muda yang berpenampilan gaya anak punk itu ternyata sedang mendengarkan kajian Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullaahu Ta'ala, melalui hpnya dan judul kajian beliau adalah "Segeralah Bertaubat Kepada Allah !"...

Setelah selasai hp anak itu ana kembalikan, ana mengucapkan jazaakumullaah khairan, kepada anak tersebut, dan kami melanjutkan jala-jalan...

Tiba-tiba anak muda itu menempuk pundak ana, dia berkata, siapa yang pidato itu...? Sungguh aku tidak pernah mendengar kata-katanya yang begitu indah, tidak seperti yang aku dengar di vcd2 yang ada di pasar2...

Dapatkah amang (Paman-bahasa banjar) mengantarkan aku menemuinya orang berpidato tadi...? Sontak saja ana keget mendengar dia mau bertemu Ustadz Yazid MasyaaAllaah..?

Lalu ana bertanya, adik mau apa bertemu sama Ustadz Yazid...? Lalu anak muda itu balik bertanya, memang orang itu USTADZ...? Ana  jawab Iya dik, beliau adalah seorang da'i..! Aku hendak bartaubat dan belajar sama dia ustadz begitu kata anak muda tadi dengan bahasa yang terbata-bata tak teratur...

Lalu ana dan ikhwan yang lain menasihatinya untuk ikut kajian majlis, dan Alhamdulillaah anak muda itu menyetujuinya.. Allaahu Akbar..!!

Ikhwany wa Akhwaty fillaah.. Lihatlah siapa yang sanggup memberikan  hidayah...?

Ikhwan indahnya jika berdakwah berdasarkan Sunnah 'ala fahmi salaf, yang tidak mudah, mendiskreditkan orang lain, dakwah salaf penuh dengan kelemah lembutan, dan dakwah salaf tidak memadang kaya dan miskin, dakwah salaf menyeru kepada ajaran islam yang sesungguhnya.

Ikhwany wa Akhwaty fillah, untuk menutup tulisan di atas mari kita renungkan firman Allaah Subhaanahu wa Ta'ala :

Allah Ta’ala berfirman,

Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).

Kemudian Allaah Ta'ala berfirman yang artinya :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2).

Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik .

Ditulis Oleh : Abu Hasan

Wednesday, 10 August 2016

tafsir dan tauhid

💐🌺
وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا [الجن: 18].📖
"dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Alloh, mk jngnlah kamu menyembah siapapun bersama Alloh"
masjid dlm ayat ini ada 4 tafsiran :

1. masjid bermkna rumah buat ibadah dan sholat, mk ketika masuk masjid ikhlaskn ibadah hanya kepada Alloh.

2. masjid bermakna anggota badan yg digunakan utk sujud, mk jngn bersujud dg anggota bdan ini kepada selain Alloh.

3. masjid bermkna bumi, seluruh bumi tempat sujud, mk jngn bersujud di atas muka bumi ini kepada selain Alloh.

4. masajid jamak dr masjad (mashdar mimi) bermkna sujud, mk jngn bersujud kpd selain Alloh.

diringkas dari: zaadul masiir fi 'ilmit-tafsiir libnil-jauzi (4/349)📚

7 Fakta Umat Muslim Yang Tidak Akan Pernah Di Publikasi Oleh Media Mainstream

7 Fakta Umat Muslim Yang Tidak Akan Pernah Di Publikasi Oleh Media Mainstream
Muslimina / 24 hours ago

Dewasa ini, Islam selalu dianggap sebagai biang kekacauan dan juga terorisme di dunia. Akhirnya, banyak sekali negara-negara barat yang mengalami namanya Islamofobia. Sebuah ketakutan berlebih terhadap Islam dan juga kebencian yang teramat dalam.

Padahal, Islam adalah sebuah kelompok agama yang cinta damai. Dalam ajaran-ajarannya tak pernah ada yang namanya kekerasan hingga aksi terorisme. Sayangnya hal-hal penting terkait Islam dan seluk beluknya jarang sekali dipublikasikan oleh media barat. Mereka selalu saja mencatut Islam sebagai agama dari orang-orang yang melakukan aksi terorisme.

Jika 7 fakta penting umat Islam ini dipublikasikan media negara barat, maka pandangan mereka terhadap Islam pasti berubah perlahan-lahan!

1. Umat Islam Lebih Menderita Akibat Aksi Terorisme Daripada Umat Lainnya

Saat Paris diguncang dengan aksi terorisme, dunia seakan ikut merasakan sakitnya. Simpati banyak sekali datang dari sudut-sudut dunia, termasuk Indonesia. Aksi ini dikecam dan dianggap sebagai aksi paling mengerikan dalam sejarah Prancis.

Di saat yang sama sebenarnya Umat Islam di Timur Tengah terutama Irak, Suriah, dan Palestina juga menderita akibat aksi terorisme. Di daerah itu, ledakan, tembakan, dan suara tangisan ada hampir setiap hari. Namun dunia tidak berduka. Dunia diam saja dan sekan tidak terjadi apa-apa.

Yang terjadi sebenarnya adalah Umat Islam lebih menderita dari umat lain. Fakta ini jarang sekali dikulik media barat yang selalu membuat Islam sama dengan teroris.

2. Terorisme Adalah Tindakan Terlarang dalam Islam

Bagi Islam membunuh satu orang tak berdosa sama halnya membunuh semua orang di dunia. Artinya membunuh 1 orang yang tak ada kaitannya dengan perang, dosanya seperti dosa membunuh semua orang di dunia sampai habis.

Hal inilah yang menjadi dasar pelarangan aksi terorisme di dalam Islam. Apa yang dilakukan oleh Al-Qaeda atau pun ISIS adalah tindakan yang melanggar agama. Mereka membunuh banyak orang tak berdosa dengan dalih menegakkan keadilan. Padahal yang dilakukan hanyalah memusnahkan umat yang seharusnya dilindungi.

3. Serangan Terorisme di Eropa Lebih Banyak Dilakukan Non-Muslim

Serangan terorisme di Eropa justru lebih banyak dilakukan oleh orang-orang non-Muslim. Bahkan dari data Europol atau European Union’s law enforcemen agency diperoleh fakta jika kurang dari 2% motif terorisme di Eropa berbau agama.

Yang paling mengejutkan lagi adalah pada tahun 2009, dari 294 aksi terorisme di Eropa, hanya 1 kejadian yang dilakukan oleh Muslim. Hal senada juga terjadi pada tahun 2010, dari 249 aksi terorisme di Eropa hanya 3 yang dilakukan oleh Muslim. See? Justru kaum mereka yang merusak Eropa. Namun melampiaskan kebenciannya kepada Islam.

4. Serangan Negara Barat di Irak dan Suriah Mendorong Munculnya Milisi Islam

Negara barat selalu mempublikasikan aksi terorime yang konon dilakukan oleh Umat Islam. Mereka langsung melakukan blow up dan membuat berita jadi viral. Dampaknya, orang yang membenci Islam secara agama atau negara semakin banyak.

Media di barat tidak akan mempublikasikan bagaimana ngerinya situasi di Irak dan Suriah saat ini. Mereka juga tak akan memperlihatkan kepedihan penduduk setempat yang harus siap melepaskan nyawanya setiap saat. Yang mereka tahu hanya tentara asing menumpas milisi yang bisa membahayakan banyak orang.

Justru, serangan keji yang dilakukan negara barat inilah yang menyebabkan banyaknya gerakan separatis. Membuat banyak orang jadi militan dan akhirnya balik menyerang. Ada sebab, ada akibat. Hal ini tak akan bisa diubah.

5. Muslim Banyak Sekali Memberikan Sumbangan Untuk Amal Daripada Agama Lain

Faktanya, Umat Islam tak diperbolehkan untuk pamer jika telah memberikan sumbangan kepada orang lain. Namun tak ada salahnya mengetahui jika sebenarnya Muslim di Eropa, terutama di Inggris lebih banyak memberikan donasi kepada kelompok amal yang berfokus kepada anak dan juga penanggulangan penyakit.

Sumbangan ini bahkan lebih besar dari yang diberikan oleh kaum Yahudi, Nasrani, hingga Atheis. Fakta ini tak pernah diuangkap oleh media barat. Padahal apa yang dilakukan Muslim di Eropa adalah tindakan terpuji meski banyak dicaci sebagai kaum minoritas.

6. Banyak Penemuan Besar dari Berbagai Bidang Dilakukan oleh Umat Islam

Banyak sekali penemuan Umat Islam yang saat ini dikembangkan dan memberikan manfaat bagi semua orang. Sekitar abad ke-8 hingga ke-13 masehi, Muslim telah mengembangkan banyak sekali instrumen penelitian. Mereka juga mengembangkan dasar-dasar Aljabar dan berbagai ilmu sains lainnya.

Umat Islam bahkan membuat sebuah sekolah kedokteran pertama yang mengajari orang untuk menjadi seorang ahli medis. Hal-hal semacam ini akhirnya diadaptasi ke negara barat hingga sekarang menjadi semakin maju. Jika di masa lalu tak ada Umat Islam, mungkin kehidupan kita sekarang tak seenak sekarang.

7. Timur Tengah Memiliki Tak Lebih dari Satu per Lima Muslim Dunia

Timur Tengah selalu dipandang sebagai kawasan yang berisi banyak sekali teroris. Mulai dari Al-Qaeda hingga ISIS yang saat ini sedang eksis. Akhirnya banyak orang di barat menganggap Timur Tengah adalah teroris. Dan teroris adalah Islam. Hal ini didukung oleh pemberitaan negara barat yang selalu menyudutkan Islam sebagai pihak yang bersalah.

Faktanya Muslim di Timur Tengah tidak ada seperlima jumlah Muslim di dunia. Sebanyak 60% Muslim justru berada di Asia Selatan dan Tenggara termasuk Indonesia sebagai negara Muslim terbesar. Di negara selain Timur Tengah, aksi terorisme yang dilakukan oleh ISIS justru dikutuk karena dianggap tindakan melanggar hukum. Lantas sampai kapan Islam selalu disamakan dengan terorisme?

Itulah tujuh fakta penting Umat Islam yang jarang sekali dipublikasikan oleh media barat. Mereka lebih suka menaikkan rating dengan membuat Islam seolah-olah agama jahat yang harus dimusnahkan. Padahal Islam adalah agama cinta damai dan menganggap terorisme adalah tindakan dengan balasan berupa neraka.

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...