Wednesday, 3 July 2013

Kajian Ringkasan Khutbah Jumat – Kecemburuan dalam Rumah Tangga

Kajian Ringkasan Khutbah Jumat – Kecemburuan dalam Rumah Tangga



Spoilerfor Kajian Ringkasan Khutbah Jumat – Kecemburuan dalam Rumah Tangga:

Kajian Ringkasan Khutbah Jumat – Kecemburuan dalam Rumah Tangga

Materi : Kecemburuan dalam Rumah Tangga
Khutbah Jumat
Disampaikan oleh : Al Ustadz Ali Basuki

Dalam perjalanan kehidupan manusia, seseorang akan menghadapi berbagai hal saat berinteraksi dengan manusia yang lain. Oleh karena itu diperlukan bimbingan syariat agar kehidupan seseorang mendapatkan berkah dari Allah. Begitu pula kehidupan sepasang suami istri, kecemburuan merupakan suatu hal yang sangat mungkin terjadi dalam perjalanan mengaruhi bahtera kehidupan. Cemburu merupakan sifat dasar yang dimiliki manusia terutama wanita. Suami harus bisa memahami watak istrinya karena wanita adalah orang yang kurang akal dan agamanya.

"Wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki, kalau seandainya kita memaksa untuk meluruskannya, maka akan patah, kalau dibiarkan maka akan tetap bengkok" HR Bukhari

Semua ada hikmahnya, kadang Allah mengutamakan kaum pria di atas wanita dan kadang mengutamakan kaum wanita di atas pria.

Kecemburuan merupakan suatu hal yang pasti terjadi, bahkan terjadi di rumah tangga Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Diantara kisah tersebut antara lain:
1. Kecemburuan Aisyah terhadap Khadijah
Aisyah cemburu terhadap Khadijah walaupun mereka tidak pernah bertemu. Hal ini dikarenakan Rasulullah sering menyebut-nyebut kebaikan Khadijah, dan Rasulullah mendapatkan keturunan dari beliau. Aisyah berkata, "Bukankah Allah telah menggantikan dengan wanita yang lebih baik?", dijawab oleh Rasulullah, "Tidak, Allah tidak menggantikannya dengan wanita yang lebih baik."

Rasa cemburu harus dilandasi dengan ilmu atau hanya akan membawa petaka, diantaranya melakukan hal-hal yang melanggar perintah agama:

* Sihir untuk memisahkan pasangan suami-istri
* Kelakuan yang jelek
* Mengadu domba

2. Kecemburuan Aisyah saat Rasulullah mendapatkan hadiah dari istri beliau yang lain
Seorang suami juga harus berlandaskan ilmu ketika menyikapi rasa cemburu dari istrinya. Dicontohkan ketika ada seorang pelayan yang diutus oleh salah seorang istri Rasulullah yang membawa makanan saat beliau ada di rumah Aisyah, kemudian Aisyah memukul tangan pembantu tersebut sehingga jatuh dan pecahlah piring makanan hadiah tersebut. Tapi Rasulullah tidak marah, tetapi membimbingnya dengan ilmu dan kesabaran. Rasulullah berkata, "Telah cemburu ibu kalian", kemudian Rasulullah mengumpulkan pecahan piring dan diganti dengan piring yang lain.
3. Kecemburuan istri Rasulullah ketika beliau menikah dengan Shafiyah
Ketika Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyai timbul kecemburuan dalam diri Hafshah dan berkata, "Dia adalah anak Yahudi", hal ini terdengar oleh Shafiyah yang membuatnya bersedih dan menangis. Kemudian dihibur oleh Rasulullah dengan mengatakan, "Ketahuilah bahwa engkau adalah keturunan seorang nabi, pamanmu adalah seorang nabi, dan engkau sekarang berada di bawah naungan seorang nabi. Wahai Hafshah, bertakwalah kepada Allah".
Kecemburuan seorang suami
Rasa cemburu juga harus dimiliki oleh seorang suami, tidak boleh suami membiarkan istrinya bermaksiat. Lelaki Dayyuts (tidak memiliki rasa cemburu) tidak akan mendapatkan baunya surga. Diantara kisah yang menunjukkan betapa pencemburunya shahabat antara lain:
1. Kecemburuan Sa’ad bin Ubadah
Sa’ad bin Ubadah berkata, "Jikalau aku mendapati istriku bersama seorang laki-laki maka akan aku tebas lehernya", Rasulullah bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad ?, bahkan Allah lebih cemburu lagi".

Diterangkan oleh Abu Hurairah dalam Shahih Bukhari, "Sesungguhnya Allah itu cemburu, yaitu ketika seorang mukmin melanggar apa yang diharamkan oleh Allah".
2. Kecemburuan Zubair bin Awam
Asma’ binti Abu Bakar ketika menjaga kecemburuan suaminya, Zubair bin Awam, mereka menikah dalam keadaan Zubair bin Awam adalah seorang miskin yang hanya memiliki seekor kuda dan seekor unta saja. Merupakan kebiasaan Asma’ binti Abu Bakar yang memberikan makan hewan-hewan tersebut, begitu pula membuatkan roti untuk sang suami. Tetapi Asma’ tidak bisa membuat adonan sendiri sehingga harus meminta tolong kepada orang lain yang jaraknya sekitar 8 km. Suatu saat ketika Asma’ membawa biji gandum untuk dibuatkan adonan roti bertemulah dia dengan rombongan Rasulullah Shalallahu ‘alaih wa salam. Dan Rasulullah menawarkan tunggangan kepada Asma’, walaupun Asma’berjalan dengan jarak yang jauh akan tetapi dia menjawabnya dengan mengatakan bahwa kalaulah bukan karena kecemburuan suaminya, tentu Asma’ akan menerimanya. Asma’ berkata, "Sesungguhnya Zubair itu adalah seorang yang sangat pencemburu". Ketika Asma’ telah tiba di rumah dan menceritakan kejadian ini kepada Zubair bin Awam, Zubair mengatakan, "Sungguh engkau berjalan dengan kakimu lebih aku cintai daripada engkau berjalan dengan khalifah Rasulullah".

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Code:
http://al-ilmu.com/kajian/detail.php?id=100




Code:
http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=100&file=Bagian%201&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd

Kajian Membina Keluarga Sakinah

Kajian Membina Keluarga Sakinah



Spoilerfor Kajian Membina Keluarga Sakinah:

Kajian Membina Keluarga Sakinah

Materi
Setiap orang tentu menginginkan agar memiliki keluarga yang sakinah dan mendapatkan barokah serta rahmat dari Allah dalam menjalani kehidupannya. Tetapi semua itu tidak akan dapat terwujud kecuali dengan adanya ilmu yang dapat membimbing pelakunya agar dapat mewujudkan perkara tersebut. Berikut kajian kiat-kiat membina keluarga sakinah yang disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Na’im.

Alhamdulillah bagus sekali pembahasan dari Al Ustadz Na’im, kajian ini bagus bagi ikhwan yang sudah menjadi suami ataupun yang akan menjadi suami. Sebagaimana sudah dijelaskan diatas, benar-benar kita memerlukan ilmu di dalam membina keluarga, baik istri / anak kita, agar menjadi keluarga yang sakinah. Permasalahan yang dibahas dalam kajian berikut diantaranya:

* Rumah adalah tempat kembalinya suami
* Metode memilih calon istri/suami yang tepat
* Pada asalnya wanita memiliki sifat menerima kebenaran
* Solusi agar istri mau mengikuti pengajian
* Nasihat bagi suami di dalam memberikan pendidikan bagi sang istri
* Anjuran bagi suami-istri untuk mengucapkan kata-kata yang baik dan indah
* Berhati-hatilah dari mendoakan kejelekan disaat kita marah
* Merendahlah engkau sebagaimana Bumi, maka engkau akan mendapatkan perlindungan dari Langit.
* Nasihat agar istri ikut membantu ibadah sang suami

Sumber :
Code:
http://al-ilmu.com/kajian/detail.php?id=71




Code:
Bagian 1, Ukuran : 6.7 MB, Durasi : 67 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%201&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd



Bagian 2, Ukuran : 40 MB, Durasi : 40 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%202&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd



Bagian 3, Ukuran : 30 MB, Durasi : 30 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%203&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd



Bagian 4, Ukuran : 68 MB, Durasi : 68 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%204&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd



Bagian 5, Ukuran : 44 MB, Durasi : 44 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%205&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd



Bagian 6, Ukuran : 47 MB, Durasi : 47 menit

http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=71&file=Bagian%206&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd

Kajian Memberi Nama yang Baik, Memberi Contoh, dan Mengajarkan Agama – Seri Kajian Pendidikan Anak

Kajian Memberi Nama yang Baik, Memberi Contoh, dan Mengajarkan Agama – Seri Kajian Pendidikan Anak



Spoilerfor Kajian Memberi Nama yang Baik:

Kajian Memberi Nama yang Baik, Memberi Contoh, dan Mengajarkan Agama – Seri Kajian Pendidikan Anak

Materi : Memberikan Nama yang Baik

Imam Ibnu Qoyim menyebutkan di zamannya, "Jarang kau dapati nama yang buruk kecuali melekat pada orang yang buruk pula. Dan Allah dengan hikmah yang terkandung dalam qadha dan qadarnya memberikan ilham kepada jiwa untuk menetapkan nama sesuai yang punya." Orang yang memiliki nama yang baik, kadang malu jika mengerjakan suatu keburukan. Dia berusaha agar dapat mengerjakan kebaikan sesuai dengan namanya.

Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan bahwa dosa-dosa dapat diampuni dengan taubat, tapi ada dosa yang sulit untuk dihilangkan. Yaitu dosa memiliki nama yang jelek. Misalkan seorang kafir yang masuk Islam kemudian diberikan nama hijrah, akan tetapi nama saat dia kafir masih tetap tertulis di surat-surat resmi seperti paspor, ijasah, dll.
Memberikan Contoh yang Baik

Contoh pengaruh orang tua terhadap anak:

Abdullah bin Zubair merupakan putra dari Zubair bin Awam. Dalam Syiar Alamin Nubala diriwayatkan dari Urwah bahwa telah masuk Islam Zubair bin Awam, ketika itu beliau berumur 8 tahun. Dan tersebar isu bahwa Rasulullah sudah dibunuh di Makah, maka Az Zubair keluar sedangkan umurnya baru 12 tahun, di tangannya ada pedang. Orang yang melihatnya takjub, beliau berjalan sampai kehadapan Rasulullah. Ditanya Rasulullah kenapa Zubair bin Awam membawa pedang seperti itu, dijawab bahwa Az Zubair ingin membunuh orang yang telah membunuh Rasulullah sebagaimana tersebar dalam berita bohong yang dia dengar.

Kisah Abu Ali Fudhail bin Iyadh dengan anaknya yang terkenal dengan zuhud dan rasa takutnya. Disebutkan bahwa beliau membaca surat Al Haqqah dalam shalat shubuh, saat sampai ayat "Tangkaplah dia lalu belenggulah lehernya ke tangannya" (Al Haqqah : 30) maka beliau menangis. Kemudian saat shalat Maghrib beliau menjadi imam dan putranya berada di sampingnya. Kemudian membaca surat At Takatsur, saat sampai ayat "Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)" (At Takatsur : 7-8). Maka Ali bin Fudhail pun menangis sampai seperti pingsan, sedangkan Fudhail bin Iyadh juga ikut menangis dan terbata-bata dalam membaca ayat.

Maka hendaknya orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya baik dalam urusan dunia atau akhirat. Misal ibu segera mengerjakan shalat jika adzan sudah berkumandang walaupun baru mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Memberikan pendidikan agama

Memberikan pendidikan agama sesuai tingkat pemahaman anak. Mengajarkan rukun Islam, rukun Iman, dll. Membiasakan anak-anak untuk menghafal Al Quran dan hadits-hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam.

sumber : www.ilmoe.com

Sumber :
Code:
http://al-ilmu.com/kajian/detail.php?id=333




Code:
http://al-ilmu.com/kajian/download.php?id=333&file=Bagian%201&sid=32f2533e139bd36dff52bd8a5ef162cd

Zekr Quran

Zekr Quran



Spoilerfor Zekr Quran:

Zekr Quran


Full Featured Qur'an Made For Windows
Zekr Qur'an was made with coding made for Windows, giving it the feel of any other Windows application. It is fully featured with advanced searching, navigation, recitation, and commentary.

Fully Customizable
The backbone of Zekr is very generic, allowing customization in many ways. Customize the language, translation, recitation, commentary, and theme. Make Zekr perfect for you.

Free & Open Source
The Zekr project stands by the following principle: Never Profit Off The Prophet. All programs are and will always be Free and Open Source. That means that anyone can see and contribute to developing Zekr.

Downloading & Installing

System Requirements
Windows 2000, XP, Vista/7.
Java (JRE) 1.5.0 or newer.

Languages Available

Arabic
Bosnian
Bulgarian
Dutch
English
French
German
Hebrew
Indonesian
Kurdish
Malay
Macedonian
Persian
Pashto
Russian
Spanish
Tamil
Tatar
Tatar (Turkish transliteration)
Turkish
Urdu
Uzbek
Extending

Installing
Download from the link above.
Open the EXE file.
Run through the setup.
You should find the program in the Start Menu.
For troubleshooting, see the wiki.









Code:
http://zekr.org/quran/en/quran-for-windows



Extending

For Qur'an Translations

http://zekr.org/resources.html#translation



For Qur'an Recitations

http://zekr.org/resources.html#recitation

Ebook Shalat - Shalat Sunnah

Ebook Shalat - Shalat Sunnah

 
Spoilerfor Ebook Shalat - Shalat Sunnah:

Ebook Shalat - Shalat Sunnah


Judul: Shalat-Shalat Sunnah
Bahasa: Indonesia
Penulis : Muhammad ibrahim Al tuwaijry
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
Terbitan : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
Diskripsi Singkat: Menjelaskan macam-macam shalat sunnah, seperti sunnah rawatib, tahajjud dan witir serta keutamaannya.
Sumber : Islam House
Code:
http://www.islamhouse.com/p/179500




Code:
Shalat-Shalat Sunnah - 01 | 188.2 KB

http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/chain/Summary_of_the_Islamic_Fiqh_Tuwajre/03_Worship/02_Salah/id_salat_16a.pdf



Shalat-Shalat Sunnah - 02 | 102.8 KB

http://www.islamhouse.com/d/files/id/ih_articles/chain/Summary_of_the_Islamic_Fiqh_Tuwajre/03_Worship/02_Salah/id_salat_16b.pdf

Ebook Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah

Ebook Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah


Spoilerfor Ebook Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah:

Ebook Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah

Judul : Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
Dari Artikel : www.muslim.or.id

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala




Code:
http://www.mediafire.com/?b6hn8qag5494eg9

Ebook Keutamaan Orang Kaya Yang Bersyukur

Ebook Keutamaan Orang Kaya Yang Bersyukur


Spoilerfor Ebook Keutamaan Orang Kaya Yang Bersyukur:

Ebook Keutamaan Orang Kaya Yang Bersyukur

Judul : Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
Dari Artikel : www.muslim.or.id

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

"Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: "(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)", sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)"?




Code:
http://www.mediafire.com/?vpbfi6f5db9p0rs

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...