Monday, 6 March 2017

Dzikir

✍Sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berdzikir kepada kepada Allah, membaca al-Qur’an, berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang maha Indah, dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.

Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Ar-Ra’du: 28).

Allâh memerintahkan kaum Mukminin untuk banyak berdzikir kepada-Nya dan Allâh memuji orang-orang yang banyak berdzikir.
Allâh berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allâh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” [Al-Ahzâb/:41-42]

Allâh berfirman.

وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[Al-Ahzâb:35]

Dzikir adalah seutama-utama amal.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
ألا أدلكم على خير أعمالكم وأزكاها عند مليككم وأرفعها في درجاتكم وخير لكم من إنفاق الذهب والفضة وخير لكم من أن تلقوا عدوكم فتضربوا أعناقهم ويضربوا أعناقكم، قالوا: بلى يا رسول الله، قال: ذكر الله تعالى 
Beliau berkata kepada para sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan sebaik-baik amalan kalian? Dan yang paling istimewa diantara kepemilikan kalian, yang paling tinggi menaikkan derajat kalian, yang lebih baik pahalanya daripada infaq kalian berupa emas dan perak, yang lebih baik pahalanya daripada jihad kalian untuk bertemu musuh lalu kalian menebas leher mereka dan mereka menebas leher kalian..?
Mereka menjawab, "Mau ya Rasulullah?
Rasululloh menjawab, "Yaitu berdzikir kepada Alloh. "
(HR At-Tirmidzi,3357؛ Ibnu Majah, 3790 disahihkan oleh Al-albany)

Diatara bentuk dzikir kepada Allah yang utama.
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin,
"Seutama-utama dzikir adalah membaca Al-Qur'an.
(Syarh Rayadhus solihin)

Nabi bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّ عَاءِ الْحَمْدُ للهِ
Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) لاإله إلا الله. Dan sebaik-baik doa yaitu alhamdulillah [HR. al-Bukhari no.99]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan nasehat tentang keutamaan dzikir,
الذكر للقلب مثل الماء للسمك، فكيف حال السمك إذا فارق الماء (الوابل الصيب)  96

Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan, maka bagaimanakah kondisi ikan jika ia tidak di dalam air?

Wallohu a'lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

      ✏📚✒.🌾..🌴✨

Saturday, 28 January 2017

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba

----------------------------------------------

*ORANG MUKMIN TERCIPTA PENUH COBA*

Oleh :
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby

Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa' (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat".
[Silsilah Hadits Shahih No. 2276].

Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.

Mufattan
Artinya : "Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah.
Maksudnya : (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa' (bencana) dan dosa-dosa".
[Faid-Qadir 5/491].

Dalam hal ini fitnah (cobaan) itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya.

Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali.
Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus".
[Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].

Ya, demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitment)nya yang sungguh-sungguh.

Tawaab Nasiyy
Artinya : "Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian bertaubat". [Faid-Al Qadir 5/491].

Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan makna salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar (Dzat yang Maha Pengampun).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar".
[Thaha : 82].

Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.

Artinya : "Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera menjauhi dan meninggalkannya".

Ia tidak sombong, tidak besar kepala, tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq (pengikut kebenaran) dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.

Terhadap dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya dengan firman-Nya :

"Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka .....".
[Ali Imran : 159]

Inilah sifat seorang mukmin.
Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya.

[Majalah Al-Ashalah edisi 15, Th III 15 Dzul Qa'dah 1415H]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah edisi 07/th III/1419-1998, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah, Jl Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA

*1. QOLBUN SYAKIRUN*
(hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

*2. AL-AZWAJU SHALIHAH* (pasangan hidup yang sholeh).
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

*3. AL-AULADUL ABRAR*
(anak yg sholeh/sholehah).
Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

*4. AL-BAIATU SHOLIHAH* (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah, seperti group ini saling m'ingatkan dlm kebaikan
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

*5. AL-MALUL HALAL*
(harta yang halal).
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

*6. TAFAKUH FID-DIEN* (semangat untuk memahami agama).
Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

*7. UMUR YANG BAROKAH*.
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

Semoga bermanfaat bagi kita bersama

Wednesday, 18 January 2017

Khilafah itu apaan sih?

Dakwah Islam:

Yuk, kita berkenalan lebih jauh dengan istilah khilafah | agar tak salah dalam memahami, ternyata Islam pun punya sistem kenegaraan

Khilafah itu institusi yang berbentuk negara yg terapkan hukum Islam secara kafah | syaamilan wa kaamilan

Kita sudah sama2 tau, kewajiban menerapkan hukum Islam secara kaffah termaktub dalam Qs. Albaqarah: 208 | hanya bisa terlaksana dlm bingkai khilafah.

Kok gitu? Mari kita telusuri.
Tak ada satu pun sistem negara di dunia ini yg bisa terapkan syariah Islam secara kaffah kecuali khilafah | tak percaya? Silakan buktikan.

Secara normatif, sistem khilafah inilah yang didesain khusus oleh Rasulullah untuk terapkan syariat Islam | bukan sistem yg lain.

Masih gk percaya? | silahkan tunjuk satu negara di dunia ini yg bisa terapkan syariah secara kaffah selain khilafah. Ngak ada kan ?

Padahal menerapkan seluruh syariah Islam adalah konsekuensi logis dari keimanan yang kita ikrarkan

Logikanya simpel, Alquran itu kan berisi kumpulan fikrah atau ide atau aturan hidup beserta hukum-hukumnya yang mesti dijalankan | fikrah ini membutuhkan thariqah utk merealisasikannya

Khilafah lah yg menjadi thoriqah sebagai institusi yang berfungsi menjalankan ide/fikrah/aturan/hukum yang tertera di dalam Alquran | tanpa khilafah maka isi dari Alquran takkan bisa dijalankan secara sempurna.

Maka menegakan khilafah untuk menjalankan apa yang diperintahkan dalam Alquran dan Alhadits adalah wajib (fardhu) bg seluruh umat islam.

Ada yang bertanya. Ustadz, tanpa khilafah kita masih bisa sholat kok, bisa puasa, zakat bahkan haji di fasilitasi negara?

Memang betul, dalam perkara ibadah mahdhoh kita bisa menjalankan sebagian hukum Islam, tp bgaimana dengan sistem pergaulan, sistem ekonomi, sistem uqubat, peradilan, sistem pemerintahan, sistem pendidikan dan lainnya yang jauh daripada Islam?

Lalu pertanyaanya, siapa yg bisa menjalankan seperangkat sistem tadi, apakah individu, kelompok, harakah, ormas. bisa ? Tentu tidak.

Kita butuh negara. Negara yang menerapkan syariah secara kaffah, negara yang berdasarkan Alquran dan Assunnah | itulah khilafah .

Akhukum, @rikinasrullah | @rikinasrullahID

Salahmu, Karena Kamu Muslim

Dakwah Islam:
**

Sulit untuk tidak melihat keberpihakan di negeri ini. Betapa tidak, semua fakta justru menguatkan itu, walau kita mencoba untuk mengartikan yang lain, tetap tidak bisa

Bagaimana tidak, nyata-nyata terjadi penistaan agama, banyak yang terluka, jutaan marah dan tak suka, tapi tetap saja lamban penanganan, terlihat tak serius

Tapi begitu Muslim yang masih diduga melakukan sesuatu, semua kekuatan dikerahkan, tembak kalau perlu, siksa saja, minimal diperkarakan, dikriminalisasi

Muslim selalu salah, yang banyak harus mengalah, dan yang minoritas pastilah korban, harus dapat pembelaan, supaya diakui dunia katanya, dibilang demokratis

Memberi saran pada pemerintah langsung dicap makar, sementara yang jelas-jelas memberontak tidak ditindak. Meminta keadilan dianggap ingin menggoyang negara

Sementara pembakar masjid diundang ke istana, menolak gereja yang dibangun bukan pada tempatnya dikatakan merusak kerukunan umat beragama

Menolak menggunakan topi santa dikatakan intoleran, begitu juga menyuarakan adzan pada saat nyepi dikatakan tak tahu diri, kalau Islam apapun pasti salah

Sementara ormas pembela Islam digadang ingin dibubarkan, saat mereka yang diserang, tetap saja yang salah yang ada label Islam, sulit untuk tidak melihat keberpihakan

Ulama ditolak dan diancam, bandara yang harusnya steril dari senjata tajam, juga dibiarkan. Coba saja kalau Muslim yang buat begitu, sudah tentu densus yang turun tangan

Mau dibawa kemana negeri ini? Yang sungguh-sungguh mencintai negeri ini dan ummatnya, dituduh macam-macam, yang menjual-juali negeri ini lalu dipuji-puji

Pejuang negeri ini memang tak 100% Muslim, tapi sebagian besar Muslim. Tapi ingatlah selalu, sejarah mencatat, bahwa yang pernah menjajah nusantara ini, 100% kafir

Dan Allah jelaskan, mereka takkan henti membuat tipudaya. Maka hanya kepada Allah kita berlindung. Terapkan hukum Allah, Kitabullah dan Sunnah, itu jalan terutama                                                     *-Felix Siauw-*

Hijrah

Dakwah Islam:
Mungkin kita semua pernah dikucilkan | bukan tersebab melakukan kejahatan | tapi tersebab kita melakukan perubahan

Tatkala muslimah mulai berhijab syar'i | adakalanya ia dianggap sok suci

Tatkala muslimah belajar tuk tak memakai pakaian ketat | sering orang menyebutnya sok taat

Ya, begitulah perjalanan | gak seru kalau gak ada tantangan.

Ya, begitulah perjuangan | gak rame kalau gak ada rintangan.

Tersebab, rintangan & tantangan tercipta dari orang-orang di sekitar kita | teman, sahabat, bahkan orang tua tak menutup kemungkinan bisa menjadi ujian dalam hijrah

Bersabar & nikmatilah prosesnya.

Kita berubah ke arah yang lebih baik bukan berarti kita sudah taat | tapi kita hanya menjalankan perintah-Nya &  berusaha utk taat kepada-Nya.

Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar | semoga ridho Allah menyertai langkah kaki kita.

Akhukum, @rikinasrullah

Yuk, gabung telegram @rikinasrullahID

Saturday, 14 January 2017

Ketika ajal datang; saat itu juga semua keduniaanmu berakhir

Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu..  dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak ada faedahnya lagi harta benda yg dengan banting tulang kau kumpulkan.. kecuali apa yg telah kau infakkan dlm kebaikan.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yg bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan followermu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah:

Sujud yg kau sembunyikan.. Linangan air mata yg kau teteskan krn takut kepada Allah.. Amal jariyah yg kau salurkan utk agama Allah.. Bacaan Quran dan dzikir yg kau lirihkan krn dorongan keikhlasan.. Uluran tanganmu dlm membantu dan meringankan beban hidup orang lain.. Dan amal shaleh apapun yg kau lakukan dg keikhlasan yg sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akherat sebagai tujuan hidupmu.. itulah yg akan selamanya kau nikmati di alam baka.. semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Kiriman Ust. Musyaffa'

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...