Thursday, 8 September 2011

Ahlilah dalam bidang keahlian anda

Kemarin saya mengikuti presentasi yang disampaikan oleh konsultan bisnis kami dalam rangka divestasi sebuah perusahaan yang “terpaksa” harus didivestasi karena terbentur peraturan perbankan.
Perusahaan ini mempunyai prosepk bisnis yang sangat baik karena terletak di pusat kota Jakarta sehingga sangat disayangkan kalau harus “jatuh” ke perusahaan orang lain. Kita tidak menemukan perusahaan serupa lagi kalau harus direlakan kepada investro lain.
Maka diundanglah dua konsultan terkenal di negeri ini untuk tetap mempertahankan perusahaan tersebut. Satu konsultan bisnis (untuk melakukan divestasi ke perusahaan anak) dan satu lagi konsultan hukum untuk mengawal dari sisi legal.
Mengikuti presentasi yang diberikan sungguh sangat menarik. Yang disampaikan adalah hal-hal sedrhana bagi ekspertis konsultan tersebut (hal itu saya rasakan benar) tetapi sebenarnya merupakan hal biasa mnurut saya. Semua disampaikan hanya mengikuti ketentuan perundangan dan peraturan Bapepam, hal sederhana. Yang membuat semua menjadi luar biasa (yang bahkan pimpinan kami pun kagum) adalah ketidaktahuan kami, sehingga semua tampak luar biasa. Yang membuat saya iri adalah, kami harus mengeluarkan uang lebih dari Rp 500 juta (mendekati angka satu milyar) untuk menggunakan skema divestasi “sepele” ini (konsultan lain meminta kami membayar Rp 1,2 milyar untuk konsultasi bisnis ini).
Ini adalah pembicaraan mengenai keahlian yang spesifik, yang merupakan hal sepele menurut ekspertis, tetapi merupakan harta bernilai berlian bagi orang lain. Tidak heran kalau kami bersedia membayar mahal untuk hal sepele mereka. Seharusnya pekerjaan tak bernilai bagi mereka, tetapi kami membelinya dengan harga yang sangat mahal!

No comments:

Post a Comment

Sikap terhadap pemimpin yang dzalim

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, MSc -  January 25, 2013 Rosululloh shallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya memberi wasiat kepada kalian...